UAS Dituduh Intoleran, GNPF Sumut: Periksa Ceramah Di Masing-masing Rumah Ibadah

Politik  MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 13:18:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

UAS Dituduh Intoleran, GNPF Sumut: Periksa Ceramah Di Masing-masing Rumah Ibadah

Koordinator Media Center GNPF Ulama Sumatera Utara Hendra Febrizal /net

RMOLJabar. Tudingan intoleran terhadap Ustaz Abdul Somad yang dilontarakan oleh sebagian netizen mengundang rekasi dari tokoh Islam yang menciuma ada upaya sistematis untuk memicu konflik antar umat beragama di Inodesia.

Diungkapkan Koordinator Media Center GNPF Ulama Sumatera Utara Hendra Febrizal bila pihaknya terpaksa angkat bicara karena sejak polemik berlangsung tidak ada kelompok dan media maintsteram yang mencoba menetralisir opini yang berkembang. Dia ingin setiap orang yang beragama tak perlu repot-repot memantau ceramah di tempat ibadah agama lain apalagi menjadikannya alat untuk menimbulkan konflik di masyarakat.

"Kalau saya bicara kuatir dianggap subjektif. Begini saja, solusinya silakan dengarkan ceramah di tempat ibadah masing masing," kata Hendra seperti dimuat Kantor Berita RMOL Sumut, Minggu (18/8).

Ditambahkan Hendra, sejak dulu pandangan Islam dan Nasrani tentang salib sudah bertentangan

"Kenapa kini dipersoalkan, siapa menyulut api dalam sekam? Dalam Iman Nasrani Tuhan disalib sebagai juru selamat sehingga salib jadi suci dan dikultuskan.  Islam tidak mengakui ketuhanan Nabi Isa. Dan yang disalib bukan Nabi Isa," terang Hendra.

Hendra juga menambahkan, dalam Islam, memang ada perintah untuk tidak menyimpan patung ataupun gambar di dalam rumah.

"Ada aturannya itu dalam Islam. Dan di sana disebutkan alasannya karena patung, gambar dan foto akan dijadikan tempat bersemayam jin dan syetan. Itu kan yang disampaikan UAS. Itu kan pertanyaan sebenarnya jamaah dan dijawab UAS dengan gamblang sederhana dan secara Islam sangat bisa dipertanggungjawabkan " lanjut Hendra.

Sementara itu, menanggapi adanya opini yang menyamakan ceramah UAS dengan kasus hukum yang dialami Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Hendra mengatakan jelas sangat berbeda.

"Pertama, Ahok tidak sedang menjawab pertanyaan soal agama. Kedua yang paling penting, Ahok cerita tentang sesuatu yang bukan semestinya dia lakukan. Ahok tak bisa bicara tentang sesuatu yang dia tak memahaminya," demikian Hendra.[son]

Komentar Pembaca
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00