74 Tahun Bangsa Indonesia Merdeka Harus Berdikari

Sudut Pandang  SENIN, 19 AGUSTUS 2019 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

74 Tahun Bangsa Indonesia Merdeka Harus Berdikari

Ilustrasi HUT RI ke-74/net

MELALUI moment 74 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia maka semua komponen bangsa harus menempatkan kembali kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan apapun.

Harus ada satu jiwa, sebagaimana dalam jiwa proklamasi dan termuat dalam pesan lirik lagu Indonesia, yang diletakkan lebih dulu dibangun adalah bangunlah jiwanya. Inilah yang penting agar ada satu pandangan dan tujuan cita yang sama.

Jangan biarkan pondasi jiwa nasional terkikis apalagi sampai berkarat ini bahaya akan merusak persatuan dan merobohkan kekuatan bangsa, jika dikaitkan dengan kondisi dan pengaruh era global bagi sebahagian anak muda kekinian.

Di lain sisi karena yang menjadi kendala saat ini, sebagaimana pesan Bung Karno, "musuh kita saat ini adalah bangsa sendiri", yaitu atas nama pemegang kekuasaan, pemegang ekonomi yang tidak amanah, bahkan nyata melenceng dari tujuan Indonesia dimerdekakan.

Selain itu pula yang terpenting di era kompetitif ini untuk dapat menggelorakan Indonesia maju, unggul SDM yang jadi mesin pemantik sekaligus pemicu kekuatan rakyat untuk berubah cepat adalah pemimpin dan pemegang kekuasaan harus jadi contoh, keteladanan yang terus menerus, kaya dengan karya, berbuat maksimal demi kesejahteraan rakyat dan wujudkan keadilan sosial.

Tidak dapat dipungkiri, persaingan global yang saling bertergantungan bagi negara negara menempatkan lagi lagi esensi pesan Bung Karno jauh-jauh hari dengan politik bebas aktif, politik bebas yang dinamik mendekati semua negara dengan tujuan memajukan tercapainya perdamaian dunia sesuai kepentingan nasional dan pancasila dan dengan trisaktinya, ini jadi kunci dan harus diterapkan oleh pemimpin dan semua komponen bangsa.

Tidak usah cari formulasi lain apapun cukup terapkan pesan pendiri dan ambil semangat nasionalisme pendahulu bangsa ini yang harus dimunculkan kembali, kalau terlambat dilaksanakan yang ada bangsa ini akan terus kompromis politik, kompromis mental dan kompromis financial ekonomis inilah yang berakibat penyelewengan tujuan bangsa, akan menghancurkan bangsa Indonesia karenanya segera laksanakan dan letakkan kembali UUD 1945 pada tempatnya sebagaimana mestinya.

Inilah kuncinya untuk Indonesia maju, dan bernyali besar serta dapat jadi negara yang mandiri, berdikari (berdiri di kaki sendiri), terus bergerak, berkemauan laksana baja karena makna merdeka itu adalah bebas, tidak tergantung dan dikendalikan bangsa atau lembaga lain termasuk harus bebasnya utang negeri ini. Itulah makna Merdeka! Dan atas berkat rahmad Allah dan semangat Kita pasti menang![***]

Azmi Syahputra
Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha).


Komentar Pembaca
Sir Anish Kapoor

Sir Anish Kapoor

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

Bulan Mane

Bulan Mane

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019

Wajah KPK Yang Perlu Diubah

Wajah KPK Yang Perlu Diubah

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019

Soal BPJS, Negara
HUT Karawang 386 Tahun: Momentum Cikampek Pisah Kabupaten Karawang
Amanat Penderitaan Rakyat

Amanat Penderitaan Rakyat

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19