Kekeringan Semakin Parah, ACT Terus Upayakan Pendistribusian Air

ACT  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 13:36:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Kekeringan Semakin Parah, ACT Terus Upayakan Pendistribusian Air

Pendistribusian Air Bersih oleh ACT/dok

RMOLJabar. Bangunan persegi dengan dominasi cat hijau-oranye meyambut di depan musala Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Suasana sekitar bangunan musala itu gersang, kemarau sedang melanda daerah di timur Kota Yogyakarta ini. Sungai depan musala pun kering, tak ada air yang mengaliri. Bangunan persegi itu merupakan tempat penampungan air yang berasal dari Sumur Wakaf yang berada tepat di depan musala. Sumur Wakaf dari Global Wakaf yang dibangun pada 2018 silam itu.

Demikian dilaporkan Winarno, salah satu warga yang juga anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dalam keterangan yang diterima kantor berita RMOLJabar, Selasa (20/8).

Menurutnya dimusim kemarau seperti saat ini tidak mempengaruhi intensitas air yang keluar. Pengeboran sumur yang cukup dalam memungkinkan air dapat terus keluar.

Sumur ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar, terlebih saat kemarau seperti sekarang ini,” ungkap WInarno.

Karmujiyanto, misalnya salah satu warga Desa Pengos mengatakan, di desanya pernah ada usaha untuk pengeboran sumur. Akan tetapi, hingga kedalaman 85 meter, masih belum ditemukan sumber air. Ia menjelaskan, kemungkinan sumber air berada di kedalaman 100 meter, bahkan lebih dari itu.

Di Gunungkidul ini sumber air sangat susah dan dalam. Sumber air kemungkinan ada di sungai bawah tanah yang posisinya sangat dalam. Untuk membuat sumur yang cukup dalam perlu biaya yang besar juga, warga di sini belum ada yang mampu untuk itu,” jelas Karmujiyanto.

Saat ini ratusan kepala keluarga di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta saat ini tengah mengalami dampak kekeringan. Pasokan air dari perusahaan daerah air minum tak dapat diandalkan. Air itu hanya mengalir sesaat saja, bahkan hanya sekali dalam sebulan. Sumur warga mengering, juga sungai yang menjadi pemasok air untuk pertanian.

Kekeringan yang terjadi mulai berdampak pada ekonomi warga, seperti diketahui Di Gunungkidul, sektor pertanian yang menjadi andalan masyarakat kini mengering, tak dapat menghasilkan pendapatan. Sedangkan pengeluaran rumah tangga sehari-hari meningkat karena harus membeli air.

Tidak tinggal diam, Di hari Senin (12/8) siang itu, ACT DI Yogyakarta mendistribusikan 4 ribu liter air bersih bagi warga Pengos. Menggunakan Humanity Water Tank, nantinya program ini akan menjadi agenda rutin.

Kharis Pradana dari ACT DI Yogyakarta, mengatakan, desa-desa di Gunungkidul tiap harinya akan mendapatkan kiriman air bersih dari ACT. Per hari, ACT akan memasok 16-20 ribu liter bagi warga terdampak kekeringan.

Lima hari dalam sepekan, ACT akan rutin mengirimkan air bersih. Setiap harinya hingga 20 ribu liter bisa kami kirimkan. Ketersediaan armada sendiri dari ACT DI Yogyakarta memudahkan pendistribusian air bersih ini,” tandas Kharis.[son]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00