Cuman Tetapkan 10 Nama, Seleksi Komisi Informasi Provinsi Jabar Nggak Maksimal

Politik  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 20:08:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Cuman Tetapkan 10 Nama, Seleksi Komisi Informasi Provinsi Jabar <i>Nggak</i> Maksimal

Karyono Wibowo/Net

RMOLJabar. Indonesian Public Institute (IPI) menilai, seleksi Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Barat tak maksimal dalam penetapan 10 nama yang akan diuji kepatutan dan kelayakan oleh DPRD Jabar.

Direktur Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menyebut, tim seleksi bisa terjebak subyektifitas dengan hanya mengambil nama 10 orang untuk masuk tes akhir Uji Kepatutan dan Kelayakan. Hal ini justru memperkecil propabilitas untuk mendapatkan orang-orang terbaik.

"Semakin banyak akan semakin bagus karena tim penguji akan banyak pilihan. Apalagi ini Jawa Barat yang sangat memerlukan orang kompeten serta berpengalaman dalam Informasi," ucap Karyono, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (20/8).

Menurutnya, kinerja tim seleksi cenderung mengenyampingkan kondisi Jabar yang sangat membutuhkan orang berpengalaman dan kompeten. Pasalnya, Jabar merupakan provinsi yang memiliki potensi strategis dalam beberapa aspek baik demografi, ekonomi, sosial budaya dan geo politik.

Selain itu, kata Karyono, dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan anggota Komisi Informasi Pasal 6 ayat 2 huruf (j) bahwa Tim Seleksi mengajukan paling sedikit 10 dan paling banyak 15 nama-nama calon anggota Komisi Informasi Provinsi untuk diajukan kepada Gubernur.

"Ketentuannya 10 sampai 15 nama yang bisa diuji kepatutan dan kelayakan. Kenapa tak 15 saja agar orang yang disaring betul-betul orang terbaik," jelasnya.

Dikatakan Karyono, paling sedikit dan paling banyak harus dimaknai untuk memberi kesempatan Tim Seleksi mencari orang-orang terbaik.

"Dalam peraturan tersebut, tidak ada kata kewajiban mengajukan 10 orang," ungkapnya.

Sebelumnya, 10 calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat (KIP Jabar) periode 2019-2023 dinyatakan lulus seleksi tahap akhir. Mereka akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPRD Jabar.

Awalnya calon anggota KIP Jabar yang mengikuti seleksi berjumlah 45 orang. Mulai dari tes psikotest, dinamika kelompok, penulisan makalah dan wawancara mulai 15-16 Agustus 2019 di Gedung 2 Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Tes wawancara dibagi menjadi dua hari meliputi pribadi dan wawasan mengenai Komisi Informasi. Pada hari pertama jumlah calon yang diwawancara sebanyak 24 orang dan hari berikutnya 21 orang.

Hasil wawancara direkapitulasi dan diputuskan dalam pleno timsel yang dilaksanakan Jumat (16/8) dan diumumkan Senin (19/8). Penilaiannya akumulasi dari mulai psikotes, dinamika kelompok, penulisan makalah dan tes wawancara. [gan]

Komentar Pembaca