Jangan Hanya Jargon Tapi Gerakan, Budaya Hadir Dalam Diri Masyarakat

Ragam  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 02:15:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Jangan Hanya Jargon Tapi Gerakan, Budaya Hadir Dalam Diri Masyarakat

Talkshow Praja Muda Beringin/RMOLJabar

RMOLJabar. Praja Muda Beringin (PMB), menggelar talkshow 'Sundalineals' dengan tema 'Melestarikan Budaya Sunda di tengah Modernisasi', yang bertempat di Kopi Armor Jalan Bukit Pakar Utara no 10 Kota Bandung, Selasa (20/8).

Hadir sebagai pembicara Ketua DPD I Golkar Jabar Dedi Mulyadi, Budayawan Jawa Barat Budi Dalton, anggota terpilih DPR-RI Nurul Arifin, Musisi Purwacaraka.

PMB sendiri merupakan komunitas yang dibentuk oleh DPP Partai Golkar. PMB akan bergerak dalam bidang kebudayaan, pendidikan, dan bergerak di bidang sosial.

Panglima PMB Dedy Arianto mengatakan, budaya merupakan identitas sebuah bangsa. Di era modernisasi budaya yang ada di Indonesia mulai tersisihkan oleh budaya barat yang masuk dalam sendi kehidupan masyarakat hari ini. Sehingga, budaya mesti dijaga sebagai persatuan bangsa.

"Di era hari ini budaya sangat penting jangan sampai hilang. Meskipun budaya berbeda-beda tapi tetap satu. Kita harapkan seluruj daerah baik Sunda, Jawa, Papua, semua bisa terus menjaga budaya mensosialisasikan budahanya dan semua tetap satu bersaudara kita tetap Indonesia," kata Dedy.

Selanjutnya, pihaknya pun mengomentari soal budaya-budaya yang semakin hilang, dari mulai kerja bakti, gotong-royong, silaturahmi yang semakin hari tersisih oleh budaya luar yang datang ke kehidupan masyarakat.

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa budaya hadir dalam diri setiap masyarakat. Misalnya, kita tinggal di daerah yang menganut budaya sunda maka miriplah dengan orang sunda, begitupun ketika kita tinggal di daerah Jawa, maka miriplah dengan orang jawa.

"Jadi yang harus dibangun oleh kita ketika kita tinggal di jawa maka harus mirip orang jawa, ketika tinggal di sunda harus mirip jadi orang sunda, ketika tinggal di papua harus mirip menjadi orang papua," tegasnya.

Sehingga, hal itu akan menjadi identitas dari budaya yang kita anut saat ini. Dan kita sama-sama akan saling memahami akar dari kebudayaan kita masing-masing.

"Kita tidak akan pernah ada perbedaan, dan orang akan saling menjaga," tegasnya.

Sementara itu, Budayawan Jawa Barat Budi Dalton mengatakan, jargon yang selalu menjadi aksesories politik dalam budaya yaitu 'urang kudu ngamumule budaya' atau kita harus melestarikan budaya sudah tidak relevan lagi.

Karena yang saat ini harus dilakukan kata Budi Dalton, adalah gerakan-gerakan nyata untuk terus menjadikan budaya sebagai identitas diri.

"Jargon kita harus melestarikan budaya, saya pikir sudah tidak relevan, tapi lebih kepada teknis atau gerakan karena hal yang seperti ini (diskusi kebudayaan) jauh lebih bermanfaat, minimal kita punya menghasilkan satu konsep untuk bisa melaksanakan besok lusa menjadi sebuah aplikasi pekerjaan jadi bukan hanya dalam jargon saja," pungkasnya. [yud]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00