TPAS Menjadi Momok Masyarakat Wilayah Timur Cirebon

Ragam  JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 10:21:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

TPAS Menjadi Momok Masyarakat Wilayah Timur Cirebon

Tokoh Wilayah Timur Cirebon Adang Juhandi/RMOLJabar

RMOLJabar. Gejolak penolakan ditengah masyarakat Cirebon wilayah timur makin menjadi jadi, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus Politisi PAN ikut mempertanyakan, keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dalam melakukan penanganan momok sampah.

Adang Juanda, tokoh masyarakat yang telah malang melintang di tengah masyarakat Wilayah Timur Cirebon (WTC), mengatakan, maraknya penolakan TPAS di Kecamatan Pasaleman merupakan trauma masyarakat akibat lemahnya dan amburadulnya persoalan TPAS di Kabupaten Cirebon yang hampir semua sangat mengganggu aktipitas masyarakat baik kesehatan, lingkungan dan pencemaran serapan air yang berdampak pada lingkungan pertanian dan masyarakat.

"Liat TPAS Ciledug yang begitu sangat mengganggu lingkungan masyarakat hingga ditutupnya, akibat desakan aktivis dan masyarakat," kata Adang pada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (23/8)

Lebih lanjut, Adang meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon serius dalam menangani masalah sampah, karena penolakan berawal dari pengalaman, semua ini akibat rendahnya penanganan, sampah yang bisa ramah lingkungan, produktif dan bisa mengangkat pemberdayaan masyarakat sekitar.

"Jika TPAS seperti halnya yang terjadi saat ini yang ada di Kabupaten Cirebon otomatis hanya sampah ditumpuk, bau, jelas membahayakan kesehatan, maka sangat wajar jika TPAS di Pasaleman ditolak mentah - mentah oleh masyarakat," ujar Adang

Lebih lanjut Adang meminta Pemkab Cirebon, banyak belajar ke Kabupaten lain, tentang penanganan sampah atau sebaiknya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon (Kadis LH) dicopot saja, karena dari masa kemasa, penanganan sampah saja tidak mampu, karena hampir ditiap penjuru jalan, sempadan sungai di Kabupaten Cirebon sampah berserakan tidak pernah beres ditangani.

"Kami sarankan sudah copot, ganti saja tuh Kadis LH nya, percuma ngurus sampah saja tidak mampu," tegas Adang

Masih menurut Adang, Pemda harus mengajak bicara secara baik dengan seluruh komponen masyarakat, beri pemahaman positif, negatifnya keberadaan TPAS, buka ploting anggaran yang konon hingga puluhan miliaran itu buat apa saja.

"Ajak dong kami bicara, jangan hanya sebatas bisik-bisik tetangga yang hanya kepada orang-orang tertentu saja, pantas jika sampai kapanpun masyarakat menolak mentah-mentah," demikian Adang. [yud]




Komentar Pembaca
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad