KABUPATEN CIREBON

Uang Tagog, Money Politic Cikal Bakal Korupsi Dana Desa

Politik  JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Uang Tagog, <i>Money Politic</i> Cikal Bakal Korupsi Dana Desa

Rushadi/RMOLJabar

RMOLJabar. Jauh sebelum diterapkannya larangan money politic atau politik uang. Ternyata masyarakat yang hidup di pelosok kampung atau pedesaan yang ada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah lama mengenal budaya uang tagog atau uang kehadiran pada pemilihan langsung Kepala Desa atau Kuwu.

Salah seorang penjabat Kepala Desa atau Kuwu Sedonglor Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon, Rushadi menuturkan, adanya budaya uang tagog pada saat akan dilangsungkannya pemilihan Kepala Desa, dan telah berlangsung cukup lama secara turun temurun hingga sekarang.

"Walaupun politik uang atau money politic telah dilarang dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, namun pada kenyataannya ada budaya yang terselubung pada uang tagog untuk masyarakat yang hadir pada pemilihan kepala Desa," Kata Rushadi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (23/8).

Rushadi menambahkan, uang Tagog sudah membudaya, karena telah berlangsung cukup lama di tengah kehidupan masyarakat yang bermukim di pedesaan. Namun ada juga Desa yang lambat laun meninggalkan budaya lama uang tagog seperti di daerah selatan Kabupaten Cirebon.

"Sebelum adanya pemilihan presiden atau Pileg yang melarang adanya politik uang, bagi masyarakat yang hidup di pedesaan sudah terbiasa dengan uang tagog, mana kala melakukan pencoblosan pemilihan kepala Desa. Ya kata bahasa becandanya orang pakidulan mah masih menghormati adat susuhunan," ujar Rushadi.

Masih menurut Rushadi, ongkos politik yang tinggi, dengan membagikan uang pada ribuan pemilih menimbulkan banyak beban secara materi. Sehingga pada saat terpilih dan menjabat Kepala Desa, mereka berusaha agar materi yang telah dikeluarkan kembali lagi, atau balik modal.

"Salah satu faktor pencetus adanya korupsi Dana Desa akibat ongkos politik pada saat pemilihan, sehingga pada saat menjadi Kepala Desa, mereka berusaha dengan berbagai cara agar balik modal, atau korupsi, namun ada juga yang jujur, kembali pada pribadinya,” tandas Rushadi. [gan]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA