Bangun Jabar Juara Lahir Batin, Ridwan Kamil Minta Masukan Komunitas Psikolog

Pemerintahan  MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 16:40:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Bangun Jabar Juara Lahir Batin, Ridwan Kamil Minta Masukan Komunitas Psikolog

Ridwan Kamil/Ist

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membuka Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) IV 2019 Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, dirinya menekankan upaya memberi rasa nyaman dan kebahagiaan dari sisi batiniah kepada warga.

"Dunia ini tidak hanya bisa dibangun hanya masalah fisiknya saja. Saya mengamati urusan mental, urusan kebahagiaan jiwa sering dilupakan," ucap Emil, sapaan akrabnya, Minggu (25/8).

Menurutnya, pembangunan di dunia ini tidak hanya cukup dengan pembangunan fisik, namun mental dan psikisnya juga perlu dibangun.

"Maka mungkin satu-satunya provinsi yang visi misinya dengan jelas kesehatan mental hanya Jawa Barat. Visi Jawa Barat adalah Juara Lahir Batin, ada kata batin melalui kolaborasi dan inovasi," katanya.

Untuk program kebatinan ini, Emil menganggarkan dana untuk membiayai berbagai program.

"Saya menganggarkan urusan-urusan dengan batin, tinggal didefinisikan juara kesehatan mental itu apa saja. Mudah-mudahan hasil dari temu ilmiah ini memberi masukan kepada kami, Jawa barat Juara Lahir Batin," jelasnya.

Emil mencontohkan negara-negara maju namun dari sisi mental atau batiniah masyarakatnya kurang karena warganya banyak yang bunuh diri atau kasus menembaki orang.

"Kenapa? Karena yang dikejar itu stres kompetitifnya saja, tidak melihat bahwa manusia bukan hanya kecerdasannya saja," tuturnya.

"Maka di Jawa Barat dibantu juga oleh para psikolog IPK ini, kita menelurkan pendidikan karakter namanya Jabar Masagi," tambahnya.

Melalui Jabar Masagi, diharapkan anak-anak Jabar memiliki empat nilai diri yang seimbang. Physical Quotient (PQ), artinya anak-anak Jabar harus sehat secara fisik; Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan, Emotional Quotient (EQ) atau berakhlak baik, dan Spiritual Quotient (SQ) atau beragama.

"Anak baik saja tidak cukup bagi kami, tapi baik juga ahli ibadah juga," imbuhnya.

"Nah, inilah cetak biru pendidikan manusia Jawa Barat yang mengedepankan empat nilai tadi dengan filosofi Pasundan, dengan belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti)," paparnya.

Selain itu, Emil juga menuturkan tantangan yang perlu dihadapi para psikolog terkait revolusi digital. Menurutnya, saat ini kita belum siap dari sisi perangkat keilmuannya.

"Satu tahun lalu berita bohong di Jawa Barat dari digital ada 5.000-an, dari hoaks psikologis seperti anak diculik padahal kejadiannya di Thailand, tapi dipercaya sehingga membuat ibu-ibu panik dan kahwatir," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19