LBP: Perusahaan Asuransi China Baru Sebatas Tawaran Kerja Sama Bukan Keputusan

Politik  MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 22:43:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

LBP: Perusahaan Asuransi China Baru Sebatas Tawaran Kerja Sama Bukan Keputusan

Luhut Binsar Panjaitan/Net

RMOLJabar. Perusahaan asuransi China, Ping An hanya menawarkan saran untuk mengatasi defisit yang dialami BPJS Kesehatan. Terlebih nilai defisit BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp28,4 triliun.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan (LBP) seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/8).

Menurutnya, saran yang disampaikan yakni evaluasi sistem teknologi informasi yang dimiliki BPJS. Melalui sistem tersebut, kata Luhut, akan diketahui apa yang menjadi kelemahan dan cara memperbaikinya.

"Saya rasa BPJS sebagai lembaga asuransi dengan ratusan juta peserta sangat paham bagaimana melindungi data pesertanya agar tidak bocor ke pihak lain. Jadi yang terjadi saat ini baru pembicaraan dan saran dari mereka, tidak ada satupun keputusan yang dibuat," lanjut dia.

"Dan kalaupun BPJS tertarik untuk melaksanakan saran mereka atau bekerja sama dengan mereka, keputusannya ada di tangan BPJS. Menko Puan (Menko PMK) pun sudah mendapat laporannya," jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya kemudian mengundang direksi BPJS Kesehatan ke kantornya. Dalam pertemuan yang dilakukan Jumat kemarin, BPJS Kesehatan langsung diwakili Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

Menurut Fachmi Idris, yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kolektabilitas adalah melalui tindakan hukum terhadap pengguna BPJS Kesehatan yang tak membayar iuran.

"Caranya dengan sinkronisasi data, misalkan ada orang ingin membuat SIM, paspor. Dicek dulu apakah ia mempunyai tunggakan pembayaran BPJS, jika masih ada tunggakan maka mereka akan diminta untuk melunasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses di layanan publik tersebut. Itu hanya salah satu contoh," katanya.

Melalui pertemuan dengan BPJS pula Luhut berkesimpulan bahwa iuran BPJS Kesehatan yang ada saat ini masih terlalu kecil. Terlebih iuran orang yang berpenghasilan lebih besar seharusnya tidak sama dengan iuran yang dibayar oleh masyarakat berpenghasilan UMR. [gan]


Komentar Pembaca