KABUPATEN MAJALENGKA

Ansor Sikapi Serius Merebaknya Simbol Mirip HTI Di Peringatan Hijriah

Politik  RABU, 04 SEPTEMBER 2019 , 12:25:00 WIB | LAPORAN: DEFRI ARDYANSYAH

Ansor Sikapi Serius Merebaknya Simbol Mirip HTI Di Peringatan Hijriah

GP Ansor Majalengka/RMOLJabar

RMOLJabar. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Majalengka menanggapi dengan serius merebaknya kembali simbol-simbol yang dipakai organisasi masyarakat terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Simbol tersebut akhir-akhir ini muncul dalam berbagai acara peringatan tahun baru hijriah.

Bahkan Ansor Majalengka langsung menggelar rapat seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan se Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka.

Ketua PC GP Ansor Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi mengatakan, Ansor tetap konsen mengawal kehidupan beragama di Indonesia yang ramah dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga Ansor akan ikut mengawasi munculnya gerakan-gerakan apapun bentuknya yang mencoba merongrong NKRI.

"Atas munculnya simbol-simbol HTI, kami Ansor akan langsung bereaksi. Karena memang Ansor akan tetap konsen mengawal dan memantau pergerakan organisasi-organisasi atau kelompok yang mencoba mengganggu kenyamanan, keamanan dan ketertiban kehidupan beragama dalam bingkai NKRI tercinta ini", ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (4/9).

Walapun langsung bereaksi, Ansor tetap mengedepankan persuasif dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan dan aparat keamanan untuk mengatasi masih adanya simpatisan ataupun oknum yang mencoba membangkitkan munculnya ormas yang nyata-nyata sudah dilarang oleh negara.

"Ansor tidak akan langsung bereaksi melakukan tindakan karena bukan kapasitasnya. Ansor menyerahkan kepada pemerintah dan aparak keamanan untuk menyikapi dan mengambil tindakan nyata. Khususnya di Majalengka yang kemarin terang-terangan adanya pawai peringatan tahun baru hijriyah dengan membawa simbol-simbol HTI sebaiknya segera disikapi dengan serius. Apalagi yang kami dengar kegiatan tersebut malah mendapatkan pengamanan dan kawalan dari aparat keamanan," tambah pria pengasuh Pondok Pesantren Al Bukhori Sumberjaya ini.

Kang Cece sapaan pria ini juga berharap, kondisi Majalengka dengan visinya raharja ini harus tetap terasa damai dan aman. Sehingga kelompok-kelompok yang sudah jelas-jelas anti NKRI dan Pancasila harus terus diwaspadai dan mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Hal itu agar tidak kecolongan lagi adanya warga Majalengka yang terlibat aksi-aksi radikalisme ataupun terorisme.

"Mari kita sama-sama awasi dan terus waspada jangan sampai terlena dengan simbol apapun yang kelihatannya bisa membuai kita semua tapi pada akhirnya akan menimbulkan keresahan. Ya, jangan sampailah kita masyarakat Majalengka tercoreng kembali dan dirugikan lagi dengan adanya oknum yang terlibat radikalisme terlebih lagi terorisme. Apalagi Majalengka sudah punya sejarah seperti itu," jelasnya.

Cece mengajak semua jajaran Ansor dan Banser yang tersebar di semua wilayah Majalengka untuk terus waspada dan tetap mengaktifkan diri terlibat dalam kehidupan bermasyarakat untuk menegakkan nilai-nilai keagamaan.

"Semua Ansor dan Banser se-wilayah Majalengka untuk tetap konsen terlibat aktif dengan masyarakat menebar islam rahmatan lil 'alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang utuh terhadap NKRI," pungkas Cece. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA