Kohati HMI Cabang Bandung Peringati 15 Tahun Meninggal Munir

Ragam  SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Kohati HMI Cabang Bandung Peringati 15 Tahun Meninggal Munir

Kohati HMI Cabang Bandung peringati 15 tahun Munir/ist

RMOLJabar. Munir Said Thalib, nama ini tetap dikenal sebagai sosok pejuang. Bahkan, setiap 7 September menjadi hari yang akan dikenang karena peristiwinya sejak tahun 2004 silam.

'Munir', sebuah nama yang harusnya diingat oleh Indonesia sebagai sosok yang sederhana bahkan dalam kata. Dirinya adalah figur pejuang kemanusiaan yang terbunuh di atas udara saat dalam perjalanan melanjutkan studinya di Belanda.

Kasus kematiannya sampai hari ini masih menjadi misteri. Ada yang menuduh institusi tertentu sebagai yang paling bertanggung jawab atas kematiannya.

Ketua Bidang Eskternal Kohati HMI Cabang Bandung, Zara menilai, dalam banyak hal kader HMI harus mencontoh sosok Munir.

"Sosok Munir adalah pejuang yang tulus yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk kelompok masyarakat tertindas di banyak tempat. Ketika menjabat sebagai ketua Kontras, Munir mencoba turut andil mendorong penyelesaian kasus HAM masa lalu," kata Zara, pada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (7/9).

Zara mengatakan, Kohati HMI Cabang Bandung dengan paradigma keislaman dan Keindonesiaan, memberi penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Munir.

"Dengan berbagi bunga dan kartu kenangan, kami berharap kematian Munir akan mewujudkan Indonesia yang adil, dan masyarakat mempunyai perasaan yang sama bahwa kelak Indonesia sudah adil," ucap Zara.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen bahkan aparat kepolisian dan TNI untuk ikut dalam aksi berbagi bunga dan kartu ini. Pihaknya meyakini, bahwa tak satu pun institusi layak dibebani dengan predikat 'tersangka' atas kematian Munir.

"Tapi para pembunuh memang harus diadili, dengan begitu bersama sama kita mencegah kejadian serupa terulang kembali," imbuhnya.

Zara menambahkan, kedepan pihaknya akan terus ikut merespon isu-isu kemanusiaan serta berusaha keras mendorong kader-kader perempuan untuk ikut mengadvokasi kelompok masyarakat yang tertindas dan terpinggirkan.

"Kami mengajak semua elemen untuk mengambil bagian dan tanggung jawab ini lepas dari apa pun profesi dan di institusi mana pun ia bekerja," ungkapnya.

"Kami yakin, dengan menolak pembunuhan kami telah menjadi perempuan yang baik. Kami mengutuk pembunuhan dengan alasan apa pun, karena suatu saat nanti kami lah yang akan melahirkan kehidupan," tandasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00