Kisah Pilu TKW Cirebon, Dapat Majikan Galak Hingga Hilang Kontak 10 Tahun

Ragam  MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 , 22:46:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Kisah Pilu TKW Cirebon, Dapat Majikan Galak Hingga Hilang Kontak 10 Tahun

Sani/RMOLJabar

RMOLJabar. Berangkat dari keinginan mengubah kondisi perekonomian keluarganya yang sulit. Bermodalkan tekad yang kuat, walaupun dirinya hanyalah lulusan SD. Pada 2008 lalu, yang saat itu baru menginjak 24 tahun, Sani meninggalkan suami dan anak semata wayangnya, berangkat ke Saudi Arabia sebagai TKW.

Sani (34) ditemani suaminya Sarimin (45), menuturkan telah hilang kontak hampir 10 tahun lamanya dengan pihak keluarganya, karena dilarang pihak majikan asal Saudi Arabia.

"Saya diancam mau dipukul hingga dibunuh, jika berani menghubungi keluarga di Indonesia," Kata Sani saat ditemui di kediamannya dekat LPI Buntet Cirebon, Minggu (8/9).

Sani mengaku, mendapatkan majikan galak yang memiliki 12 anak. Selain itu, rumah keluarga majikannya berlokasi di peloksok Desa Arab, yang jauhnya ratusan kilometer dari Kota-kota besar di Saudi Arabia.

"Sudah sih dapat majikan galak, ditambah lagi rumah majikan yang jauh kemana-mana," ujar istri Sarimin asal Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Cirebon itu.

Dirinya sangat bersyukur dapat kembali pulang ke Indonesia, setelah hampir 10 tahun lamanya tidak bisa menjalin komunikasi dengan keluarganya.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur masih bisa berkumpul lagi dengan keluarga, selama 10 tahun jadi TKW dan tidur di lantai, hanya dapat gaji 7 tahun saja," ungkap Sani.

Masih di tempat yang sama, Sarimin menuturkan, dirinya banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Baik dari pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa setempat hingga tokoh agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

"Selama 10 tahun mencari infomasi keberadaan istri saya, kami dibantu berbagai pihak dan berbagai usaha telah kami tempuh, mulai dari menyusuri perusahaan jasa penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berkantor di Kota Jakarta,” kata Sarimin

Sarimin mengaku, tidak akan membiarkan istrinya kembali menjadi TKW. Pasalnya, 10 tahun dirinya mengalami pahit getir mengurus anak sendirian dan hampir saja kehilangan istri di Saudi Arabia.

"Baik saya maupun istri telah sepakat, tidak akan kerja jadi TKW lagi, kami akan membuka usaha kecil-kecilan di sini," demikian Sarimin. [gan]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00