Aktivis Antikorupsi Pesimis Dengan Penegakkan Hukum Di Garut, Ini Jawaban Kejari

Hukum  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 13:08:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IRFAN

Aktivis Antikorupsi Pesimis Dengan Penegakkan Hukum Di Garut, Ini Jawaban Kejari

Ilustrasi/net

RMOLJabar. Meski masih mempercayai institusi hukum dalam menangani seluruh kasus korupsi di Garut, aktivis anti korupsi pesimis kasus-kasus tersebut akan tuntas sesuai harapan masyarakat.

Aktivis antikorupsi Kabupaten Garut Agus Sugandhi menyatakan, pihaknya akan terus mengkritisi terhadap institusi penegak hukum yang ada di Garut.

"Meski masih percaya, bukan berarti kita tidak kritis terhadap apa yang dilakukan Kejaksaan. contohnya yang kita kritisi adalah adanya sebuah kejadian, pelaporan reses (reses anggota DPRD periode 2014-2019) diminta oleh oknum kejaksaan untuk diperbaiki. Saya dengar seperti itu. itu artinya memberikan peluang oleh 'calon-calon tersangka'. Mereka bisa memainkan peran untuk bisa lolos. Mengapa harus diperbaiki ? kita apa adanya saja. semacam itu. Itu rawan dalam penyelidikan. Awalnya kan reses dulu, hasilnya Pokir (Pokok Pikiran) , itu yang terjadi, kita duga sudah terjadi 'setoran' kepada anggota dewan. dan itu cukup gede. Sementara resesnya itu ada yang fiktif. yang fiktif kan jadi tidak fiktif setelah diperbaiki," kata Agus, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (9/9).

Agus juga menyayangkan ada alasan klasik dari personil di Kejaksaan Negeri Garut menyoal kekurangan personil dan anggaran yang membuat penanganan kasus korupsi di Garut berlarut-larut.

"Kemudian kan sampai sekarang masih beberapa anggota dewan yang diperiksa, kita menunggu sejauh mana perkembangan-perkembangan yang ada di kejaksaan, proses penyelidikan sangat dimungkinkan adanya makelar-makelar kasus yang coba memainkan peran, berupaya menghentikan kasus-kasus itu. Korupsi di pokir itu. Nah, saking lamanya penyelidikan kasus korupsi ini, anggota dewan sudah pada dilantik, ini juga memberikan ruang untuk menghentikan proses hukum ini. Apalagi di kepolisian, Kejaksaan juga ngomongnya anggaran kurang, personil kurang. Alasannya kurang. Ini juga kan berkaitan dengan kejaksaan Agung. ya sudah kita dorong Kejaksaan Agung. Ini kan alasan yang dibuat-buat juga. Tidak boleh bicara seperti itu. Ini kan tugas penegak hukum," ujar Agus.

Pernyataan Agus ditepis oleh Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Azwar. Pihaknya menyatakan, alasan kekurangan personil tidak dapat dijadikan alasan penanganan kasus itu kendor.

"Kalau itu masalah klasik. Tapi juga dijadikan alasan untuk kendor. Tapi memang personil kurang, diluar kasie itu ada 7, mereka menangani pidum juga, pidsus juga, tapi gak boleh Kejaksaan Garut menjadikan alasan," kata Azwar.

Azwar juga tidak yakin jika ada personilnya yang 'main-main' dengan penanganan kasus, terlebih di kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani institusi yang dipimpinnya. Kalaupun ada, dirinya sangat kecewa dengan pernyataan tersebut.

"Saya kok tidak yakin, tapi itu bukan hal yang mustahil. Saya menyayangkan jika ada seperti itu. Di tengah-tengah seriusnya dan gencarnya kami menangani pelaporan ini ada oknum-oknum yang seperti itu. Dan saya menyesalkan harus seperti itu. Saya juga berterimakasih jika ada informasi itu. Saya tiap minggu mengingatkan mereka (anggotanya) untuk sungguh-sungguh, jangan ada macam-macam, karena semua orang melihat kita, bukan kasus ecek-ecek, kasus ini bukan hanya (diawasi) masyarakat Garut, tapi bahkan Jawa Barat, bahkan nasional ikut memantau penanganannya. Kalau masih ada oknum-oknum seperti itu saya sangat kecewa. Tiap minggu tegaskan, kalau ada (indikasi kerugian negara) lanjutkan," pungkasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00