KABUPATEN BANDUNG BARAT

Harga Sayuran Anjlok, Petani Banyak Menelan Kerugian

Ragam  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 14:36:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Harga Sayuran Anjlok, Petani Banyak Menelan Kerugian

Ketua Kelompok Tani Tridas Jayasari Lembang Tihar/RMOLJabar

RMOLJabar. Setelah harga ayam broiler anjlok ke harga Rp 8.000/Kilogram, harga berbagai komoditi sayuran turut merosot sedari Juli 2019 lalu.

Akibatnya para petani yang ada di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat mengalami kerugian secara ekonomi.

Ketua Kelompok Tani Tridas Jayasari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Tihar (48) mengatakan, sedari bulan Juli harga jual berbagai komoditi sayuran menurun drastis. Penurunan harga sayuran ini dirasakan semakin mempersulit keadaan yang dibenturkan dengan persoalan kemarau panjang.

"Ada pengaruh (musim kemarau) ke harga sayuran, saat ini hampir semua komoditi sayuran anjlok," kata Tihar saat ditemui di Desa Cibodas Lembang, Kab. Bandung Barat, Senin (9/9).

Kemerosotan harga jual sayuran dari petani seperti kembang kol yang normalnya seharga Rp 4-5 ribu/Kg kini hanya Rp 1000/Kg. Sawi Rp 4 ribu/Kg kini hanya Rp. 1000/Kg. Letus Rp 12 ribu/Kg turun ke harga Rp 4 ribu/Kg. Kol yang normal harganya Rp 4 ribu/Kg turun menjadi Rp 2 ribu/Kg.

"Paling drastis anjloknya untuk tomat, itu kan normalnya lima ribu sampai enam ribu sekilo, sekarang cuma lima ratus rupiah perkilonya, jadi kebanyakan dibiarkan saja sama petaninya gak dipanen," ungkapnya.

Diterangkan dia, merosotnya berbagai komoditi sayuran diakibatkan melimpahnya suplai sayuran dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun para petani saat ini dilanda kesulitan sumber air untuk pertanian akibat persediaan air musim kemarau yang menurun.

"Musim kemarau ya, otomatis para petani muter otak mencari sumber air supaya masih bisa memanfaatkan lahan untuk tetap bertani, bahkan ada yang sampai beli air untuk menyiram tanaman," ujarnya.

Meski begitu, dia membeberkan, tidak semua komoditi sayuran anjlok. Seperti harga cabe rawit yang kini berada di harga Rp 60 ribu/Kg dan cabe keriting yang tetap berada di harga Rp 50 ribu/Kg. "Tapi cuma dua komoditi itu saja yang harganya bagus, yang lainnya ya, ambruk harga jualnya," imbuhnya.

Dengan kondisi harga jual sayuran saat ini, dia menyampaikan, dirinya beserta petani lainnya mengalami kerugian materi. Pasalnya untuk menanam di lahan 100 tumbak saja biaya untuk memulsa dan pemupukan memakan biaya Rp 10 juta, bibit dan tenaga kerja Rp 650 ribu, serta biaya tanam Rp 200 ribu.

"Imbasnya ya para petani kerugian karena untuk modalnya saja tidak kembali dengan anjloknya harga sayuran ini," ucapnya.

Diharapkan dia, pemerintah harus jeli dalam membuat regulasi supaya harga jual dari petani tidak menjadi kerugian untuk para petaninya sendiri.

"Semakin sulit dengan kondisi saat ini dikarenakan tidak ada jaminan pemerintah ketika harga jual sayuran mengalami penurunan seperti sekarang ini," tandasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00