Ketua NPC Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemda Majalengka Pada Atlet Difabel

Olahraga  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 17:52:00 WIB | LAPORAN: DEFRI ARDYANSYAH

Ketua NPC Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemda Majalengka Pada Atlet Difabel

Atlet Difabel/net

RMOLJabar. Perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka kepada atlet penyandang disabilitas dinilai belum sesuai harapan, sehingga para atlet difabel tidak bisa berkembang maksimal.

Diungkapkan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Majalengka, Hendry Indra Gumilar, saat ini pihaknya tengah mengalami kesulitan pembiayaan untuk mengikuti sejumlah kejuaraan.

Bahkan untuk kegiatan persiapan mengikuti Papernas tahun 2020 mendatang di Papua, mereka harus menggunakan dana patungan dengan cara swadaya.

"Tak hanya persiapan Pepernas saja, melainkan juga selama ini untuk organisasi NPC dalam mengadapi kejuaraan apapun, kita selalu patungan karena tidak ada anggaran dari pemerintah," katanya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (9/9).

Hendry menjelaskan, sejak berpisah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Majalengka, anggaran buat para atlet difabel asal Majalengka praktis terhenti.

"Tahun 2019 ini saja, NPC Majalengka tidak diberikan anggaran. Padahal, prestasi mereka tidak bisa diremehkan," jelasnya.

Padahal, lanjut Hendry, pada Pelatnas nanti ada satu atlet asal Majalengka yang terpilih. Sedangkan untuk Papernas di Papua ada sekitar 7-8 atlet difabel asal Majalengka mewakili Jawa Barat.

"Diantaranya, Cabor Bulutangkis, Panahan, Tenis Meja, Catur dan Atletik serta lainnya. Bahkan sebelumnya pada kejuaraan Peperda atlet atlet NPC ini telah membawa harum Majalengka dengan mendapatkan mendali," tambahnya.

Diakuinya janji Pemda Majalengka memberi bonus RP 500 juta untuk atlet difabel beprestasi sedikit memberi angin segar. Namun hal itu tak ada artinya jika anggaran buat pembinaan dan pelatihan atlet tak ada.

Hendry berharap Bupati turun tangan menyelasikan maslah tersebut. Karena menurut Hendry, legalitas organisasi NPC telah jelas, dan kedudukan NPC berada sejajar dengan KONI.

"Kami berharap kepada bupati agar ada kesamaan hak-hak dibidang olahraga. Seandainya KONI dapat anggaran. Kami juga dari organisasi olahraga penyandang disabilitas mendapatkan haknya," pungkasnya.[son]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar