Tak Cermat Buat Rencana, Bappenda Cimahi Revisi Target Pendapatan Pajak

Ekbis  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 18:09:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Tak Cermat Buat Rencana, Bappenda Cimahi Revisi Target Pendapatan Pajak

Kepala Bappenda Kota Cimahi, Dadan Darmawan/RMOLJabar

RMOLJabar. Sejumlah target mata pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 direvisi Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi. Hal ini dikarenakan kurang matangnya perencanaan dalam merumuskan target saat pembahasan APBD 2019.

Kepala Bappenda Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, Target pajak yang dikoreksi pada APBD Perubahan adalah pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pada APBD Murni 2019 yang dirancang tahun 2018, Pemkot Cimahi menargetkan hingga Rp86 Miliar Lebih, namun target itu diturunkan menjadi Rp42 Miliar. Begitupun target PBB turun dari Rp88 Miliar Kurang menjadi sedikit dibawah Rp49 Miliar dalam APBD Perubahan 2019.

"Ini penurunan APBD Perubahan untuk PBB dan BPHTB," kata Dadan saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (9/9).

Dadan menjelaskan, target yang diusung untuk PBB dan BPHTB pada APBD 2019 terlampau tinggi akibat perencanaan dalam merumuskan target saat pembahasan APBD 2019 kurang matang.

"Kalau saya melihat ini perencanaan kurang matang, terlalu optimis," ungkapnya.

Realisasi untuk pajak BPHBT tergantung pada transaksi yang terjadi. Dia menduga, diusungnya target tinggi dalam BPHTB karena melihat sejarah adanya program Tax Amnesty ketika realisasinya naik drastis.

Meski demikian, lanjut dia, jika melihat realisasi penarikan pajak BPHTB dari pertama diberlakukan di Kota Cimahi, naiknya hanya sekitar 10 persen setiap tahun. Hanya saja memang naik dratis ketika ada tax amnesty.

"Makanya yang kemarin dianggap kurang rasional kalau menargetkan sampai Rp 86 miliar," tegasnya.

Terkait PBB, dia menerangkan, kemungkinan ada stimulan yang belum dimasukan ke dalam perencanaan target sehingga nilainya sangat besar. Ada kemungkinan, Bappeda bersama Bappenda saat itu melihat prospek pertumbuhan ekonomi lagi bagus.

"Tidak terhitung ada kebijakan stimulan jadi PBB ini terlalu tinggi," tukasnya. [son]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00