Stok Darah Golongan A Di Kabupaten Bandung Minim, Sisa 2 Labu

Pemerintahan  SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 , 00:01:00 WIB | LAPORAN: DILA NASHEAR

Stok Darah Golongan A Di Kabupaten Bandung Minim, Sisa 2 Labu

Ilustrasi labu darah/Net

RMOLJabar. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung akan menerapkan skema jemput bola untuk mencari para pendonor yang berada di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan mengingat kantong darah yang dikelola kantor PMI setempat saat ini mulai mengalami keterbatasan khususnya untuk golongan darah jenis A.

Kepala UTD PMI Kabupaten Bandug Hendra Gunawan mengatakan, stok kantong darah golongan A saat ini di UTD PMI Kabupaten Bandung hanya tersedia 2 kantong darah.

Minimnya stok darah golongan A itu, kata Hendra, disebabkan banyaknya permintaan dari beberapa rumah sakit dalam rentan waktu Agustus hingga September ini.

"Akhir-akhir ini banyak sekali yang meminta golongan A. Belum tahu alasannya apa. Yang jelas golongan A selama Agustus permintaannya banyak sekali. Sekarang hanya tinggal 2 labu," ucapnya, Senin (9/9).

Kendati demikian, Hendra mengklaim jika stok darah di UTD Kabupaten Bandung masih bisa meng-cover permintaan untuk seluruh rumah sakit di Kabupaten Bandung. Per Senin 9 September, jumlah kantong darah yang tersedia mencapai 159 buah.

"Golongan A dua buah, golongan B 75, golongan O 54 dan golongan AB 28. Tapi jumlah kantong darah per hari ini masih bisa mencover permintaan untuk rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung," katanya.

Saat ini, kata dia, UTD PMI Kabupaten Bandung terus melakukan jemput bola di sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung. Selain itu, UTD PMI Kabupaten Bandung juga secara direct menghubungi calon pendonor via telepon.

"Kalau menunggu susah soalnya. Harus jemput bola. Golongan A ini termasuk yang agak susah stoknya. Selain jemput bola ke perusahaan-perusahaan kami juga melakukan telepon ke teman-teman yang memiliki golongan darah A dan calon pendonor lainnya," kata dia.

Hendra juga tak menampik jika kurangnya stok darah golongan A diakibatkan masih ada temuan kualitas darah yang didonorkan tidak masuk dalam kriteria layak. Kendati demikian, hal itu tidak terlalu berpengaruh kepada stok darah secara keseluruhan.

Pasalnya, kata dia, jika dihitung secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 5 atau 10 labu darah yang tidak layak dari 100 kantong darah yang didonorkan pendonor.

"Masih ada kami temukan darah yang positif terjangkit virus atau pernah memiliki riwayat terinfeksi penyakit tertentu. Intinya tidak layak-lah. Darah itu langsung kami buang. Petugas juga memmberi tahu pendonor jika darahnya tidak layak. Pendonor juga kami catat namanya," katanya.

Oleh sebab itu untuk mengendalikan dan meningkatkan stok darah di UTD PMI Kabupaten Bandung, Hendra mengimbau agar masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya bisa langsung mendatangi UTD PMI Kabupaten Bandung.

"Terutama bagi masyarakat yang memiliki golongan darah A kami imbau donorkan darahnya. Karena stok di sini minim. Ini demi kemanusiaan," katanya. [gan]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad
Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

Latma CT CPX TNI-SAF Berakhir

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 11:18:00