Bisnis Properti Australia Menggeliat, Pengusaha Targetkan Bandung Jadi Tujuan Investasi

Ekbis  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 01:29:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IRFAN

Bisnis Properti Australia Menggeliat, Pengusaha Targetkan Bandung Jadi Tujuan Investasi

Praktisi Bisnis Properti Reiza Arief/RMOLJabar

RMOLJabar. Setelah Jakarta dan Surabaya, para investor terutama pelaku bisnis properti Australia kini membidik Bandung untuk lakukan ekspansi bisnisnya.

Di tahun sebelumnya, Bandung masih jadi kota tujuan investasi properti nomor empat setelah Medan.

Begitu dikatakan, Praktisi Bisnis Properti Reiza Arief, kepada wartawan, Selasa (10/09).

"Saat ini ya, kita targetkan bandung tujuan nomer tiga," kata Reiza, yang juga Head Of Sales Crown Indonesia.

Reiza menjelaskan, faktor ini dipengaruhi oleh Awarness untuk pengusaha properti di luar (Luar negeri ), terhadap iklim investasi Properti di Bandung.

"Awarness untuk investasi properti luar, mungkin Bandung sudah (dianggap) lebih merata dibanding Medan yang konservatif. Kita cukup senang Bandung ini hampir mencapai level seperti Surabaya," ujarnya.

Reiza juga menilai, sejauh ini belum ada hambatan berarti bagi para investor luar negeri untuk melakukan investasi di Indonesia.

"Sejauh ini belum ada hambatan, di tahun lalu (hambatannya) tax amnesty ya, karena kan dananya tidak bisa keluar sampai tahun depan, itu juga perlambatan juga sih di sektor kita. Untuk tahun ini kita cukup confidence, tax amnesty nya sudah jatuh tempo, dana juga sudah bisa diinvestasikan lagi diluar," katanya. 

Kondisi bisnis properti Australia yang makin membaik dalam tiga bulan terakhir mejadi salah satu faktor para pelaku bisnis properti di Australia mulai melakukan ekspansi.

Kondisi bisnis properti Australia yang melonjak ini terjadi atas reaksi dari Pemilu disana. Menurut survey terbaru dari Dewan Properti Australia (ANZ) dan data harga hunian dari Corelogic, hal ini terjadi juga merupakan efek positif dari keputusan terkini Australia Prudential Regulation Authority (APRA), yang melonggarkan pembatasan pinjaman serta penurunan suku bunga untuk pembeli properti. [yud]




Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar