Pengangguran Tinggi, Legislator Cirebon Buka Suara

Politik  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 14:02:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Pengangguran Tinggi, Legislator Cirebon Buka Suara

Junaedi/Net

RMOLJabar. Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Cirebon ditenggarai akibat kondusifitas investasi. Berbagai faktor juga ikut menghambat para investor menanamkan modalnya di Kabupaten Cirebon.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Junaedi menuturkan, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cirebon masih tinggi. Akan tetapi bukan sebagai ranking pertama melainkan berada di urutan nomor 4 atau 5 diantara Kota/Kabupaten se-Jawa Barat.

"Harus ada terobosan program dan kegiatan dari SKPD disamping beberapa SKPD terkait harus saling sinergi dan koordinasi," kata Junaedi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (11/9).

Junaedi meminta Disnakertrans lebih proaktif menjalin kerja sama dengan dunia usaha agar bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu, membuat lebih banyak program pelatihan dan ketrampilan kerja untuk menyiapkan calon tanaga kerja yang mampu bersaing.

"Iklim investasi di Cirebon harus dibuat mudah, nyaman, aman dan kondusif, agar ada penyerapan tenaga kerja oleh sektor industri," ujar Ketua PKS Kabupaten Cirebon tersebut.

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UMKM memperbanyak program untuk bisa menciptakan para pelaku usaha dan wirausahawan baru. Ada terobosan kebijakan kepala daerah yang berpihak pada pelaku UMKM, para petani, dan pelaku usaha lainnya.

"Misal setiap PNS Kabupaten Cirebon harus membeli produk lokal, memakai baju batik lokal, snack untuk rapat-rapat kedinasan menggunakan olahan pangan lokal, dan lain-lain, maka secara tidak langsung itu untuk menekan angka pengangguran," beber Junaedi.

Adapun untuk menarik investasi, maka diperlukan promosi yang masif kepada calon investor tentang potensi daerah dan situasi daerah yang kondisif. Kemudian regulasi harus dibuat mudah, transparan, nyaman, cepat. Hilangkan birokrasi yang berbelit, terutama tentang perizinan.

"Tegakkan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Siapkan juga tenaga kerja yang terampil dan profesional, sehingga punya daya saing. Hilangkan premanisme yang bisa menyebabkan investor tidak nyaman dalam menjalankan usaha, termasuk praktik-praktik pungli dan suap menyuap," demikian Junaedi. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA