Enam Bangunan Di Cimahi Terindikasi Langgar Aturan Tata ruang

Pemerintahan  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 14:18:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Enam Bangunan Di Cimahi Terindikasi Langgar Aturan Tata ruang

Andi Renald/RMOLJabar

RMOLJabar. Berada di Kawasan Bandung Utara, enam bangunan di Kota Cimahi diindikasi melanggar tata ruang.

Selain dijatuhkan sanksi administrasi dan pemasangan plang karena telah melanggar tata ruang, penertiban dan pemulihan fungsi tata ruang diharapkan dikembalikan ke fungsi semula.

Direktur Penertiban dan Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN, Andi Renald menyampaikan, Kementerian ATR/BPN saat ini sedang menggalakan program Penertiban Penataan Pemanfaatan Ruang Sistematis Lengkap (P3RSL) yang merupakan program strategis nasional untuk mewujudkan tertib tata ruang nasional.

"Ini seluruh nasional kita lakukan P3RSL," Kata Andi di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (11/9).

Dipaparkan dia, perwujudan tertib tata ruang nasional mengacu pada audit pemanfaatan ruang seperti halnya saat ini yang diterapkan di Kota Cimahi.

"Kita temukan beberapa tempat, beberapa lokasi, beberapa spot, beberapa titik yang indikasi pelanggaran tata ruang. Kita ingin memberikan sanksi administrasi dengan pemasangan plang," ucapnya.

Penertiban yang dilakukan di Kota Cimahi, diharapkan dia, dapat menjadi contoh supaya tidak ada lagi yang membangun di kawasan yang tidak sesuai tata ruang, bertentangan dengan izin yang diberikan, dan sesuai dengan RTRW Kota Cimahi.

"Kota Cimahi ke depan menjadi kota yang tertib, menjadi model, kota yang tertib tata ruang, menjadi kota yang cerdas, dan menjadi kebanggaan untuk kita semua," ungkapnya.

Dia menegaskan, enam bangunan di Kota Cimahi yang terindikasi melanggar tata ruang bisa dikembalikan ke fungsinya semula.

"Kita mengingatkan, kembalikan ke fungsi semula sesuai dengan rencana tata ruang kita, tata ruang Kota Cimahi, dan tata ruang Kawasan Bandung Utara, itu yang sudah ada Perdanya, kita jaga bersama itu," tegasnya.

Selain menindak, Pemerintah Kota Cimahi harus melakukan evaluasi dengan memberikan sanksi administrasi menurut kewenangannya.

"Ini sebenarnya proses pencegahan ke arah pidana jadi diperingatkan melalui sanksi administratif dulu," terangnya.

Bangunan-bangunan yang terindikasi melanggar tata ruang yaitu Perumahan Edelweiss Residence, Anabil Cluster, STKIP Pasundan, Moriz Futsal, Perumahan Grand Cimahi City dan Perumahan Kamarung Regency. [alvin/gan]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar