Pengamat: Soal Esemka, Menteri Airlangga Sudah Benar

Ekbis  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 23:29:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Pengamat: Soal Esemka, Menteri Airlangga Sudah Benar

Airlangga Hartarto/Net

RMOLJabar. Peluncuran mobil Esemka di Boyolali, minggu lalu, mendapatkan kritik dari sebagian netizen. Salah satu sasaran kritik adalah Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, yang dipandang sangat aktif menjadi narasumber media saat launching Esemka.
 
Pasalnya, Esemka disebut-sebut sebagai produk swasta dan bukan mobil nasional, sehingga kegigihan Menperin dalam "membela" produk tersebut dipertanyakan oleh sekelompok orang di dunia maya.
 
Tak ayal, Airlangga pun dianggap telah berperan jadi benteng politik” bagi Jokowi, orang yang pertama kali mempopulerkan Esemka ke ranah publik. Saat ia menjadi Walikota Solo, sewindu lalu, Jokowi pernah berjanji untuk mengembangkan produk mobil lokal ini. Peluncuran Esemka beberapa waktu lalu, oleh sebagian orang, dianggap sebagai pelaksanaan janji politik lama sang Presiden.

Kritik-kritik kepada pemerintah, khususnya kepada Menteri Airlangga itu, dinilai tidak tepat oleh ekonom muda Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bandung Koordinator Jawa Barat, Aditia Febriansyah.
 
Menurut Aditia, pemerintah sejak awal terlibat dalam proses perijinan dan serangkaian uji kelayakan bagi produk tersebut, sehingga sangat wajar jika pemerintah ikut berbicara saat launching Esemka ke pasar.
 
Sebagai buatan anak bangsa, terlepas sebagian komponennya masih impor dan terlepas dari faktor Jokowi, Esemka perlu diapresiasi oleh pemerintah dan publik," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (11/9).

Selama sekian tahun melakukan riset dan produksi, jelas Aditia, pemrakarsa Esemka melakukan berbagai uji coba, uji kelayakan, dan proses perijinan yang sangat sulit dan itu semua terkait dengan pemerintah. Justru, pemerintah harus muncul dan bicara supaya publik tahu lebih banyak tentang produk ini.
 
Dalam pengamatan ekonom muda ISEI Bandung ini, masyarakat menunggu-nunggu keluarnya produk mobil Esemka karena ide untuk memproduksi mobil yang awalnya dirakit oleh anak-anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Solo itu terus diupayakan oleh para perintisnya.

Keberhasilan produsen Esemka meluncurkan produk mobil tersebut merupakan hal yang sudah semestinya dan tak perlu dipolitisasi terlalu jauh.

Kalau kita mau jujur, faktanya para perintis dan produsen Esemka terus berupaya dan tak kenal lelah untuk mendapatkan ijin. Bukan karena ada Jokowi lalu mobil ini ujug-ujug dilaunching ke pasar," terang Aditia.
 
Esemka, ujarnya, kan awalnya gagal menjalani uji emisi Euro-2 di Balai Termodinamika Motor dan Populasi, tapi mencoba terus hingga lulus. Terakhir, mereka merampungkan uji homologasi dari Kemenperin.

Lebih lanjut Aditia menilai bahwa tampilnya Airlangga berbicara mengenai Esemka menunjukkan dirinya memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai industri otomotif dalam negeri serta mengikuti perkembangan Esemka secara rinci. Dengan berbicara mengenai Esemka, Airlangga juga disebutnya berani pasang badan” untuk industri otomotif nasional, walau mendapatkan kritik dari berbagai kalangan.

Ini sekali lagi menunjukkan, Airlangga adalah menteri profesional yang dapat diandalkan Presiden dan juga negarawan yang mampu menempatkan diri secara tepat,” terang Aditia. [idm]


Komentar Pembaca