KABUPATEN BEKASI

Operasi Patuh Jaya, Polisi Jaring Ribuan Pelanggar Lalu Lintas

Hukum  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 10:18:00 WIB | LAPORAN: SEPRIYANTO

Operasi Patuh Jaya, Polisi Jaring Ribuan Pelanggar Lalu Lintas

Operasi patuh jaya/Net

RMOLJabar. Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Patuh Jaya 2019 yang berlangsung sejak 29 Agustus hingga 10 September 2019. Dalam operasi tersebut, terjaring ribuan pengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Wakil Kepala Satlantas, Komisaris Sri Supadmi mengatakan, dalam kurun waktu 13 hari gelaran operasi, terdapat 5.727 penindakkan. Sebanyak 3.979 tindakkan di antaranya dilakukan dengan cara ditilang, sedangkan sisanya diberi teguran.

"Yang tinggi itu para karyawan karena memang Kabupaten Bekasi ini kan wilayah industri jadi karyawannya banyak. Kemudian, yang kedua itu ibu-ibu yang biasanya antar anaknya sekolah,” ucapnya, Kamis (12/9).

Menurutnya, mayoritas pelanggar didominasi oleh pengendara yang melawan arus. Pelanggaran itu dilakukan karena dianggap tidak membahayakan.

"Padahal justru membahayakan, terlebih yang sering melawan arah. Pengendara merasa karena u-turn terlalu jauh kemudian memilih melawan arus. Ini yang kami tindak. Apalagi ada yang bawa anak,” beber dia.

Diungkapkan Sri, melawan arus menjadi pelanggaran yang diprioritaskan untuk ditindak pada Operasi Patuh 2019 di Kabupaten Bekasi. Selain membahayakan, tindakkan melawan arus kerap ditemukan, terlebih di jalan protokol.

Dari 3.979 pelanggaran yang ditindak tilang, sebanyak 1.331 pelanggaran di antaranya dilakukan karena melawan arus. Setidaknya terdapat tiga titik yang kerap ditemukan pelanggaran melawan arus. Pertama di sekitar Stasiun Lemahabang, Terminal Kalijaya dan di dekat Pasar Lama.

Selain melawan arus, di tiga titik itu kerap ditemukan pelanggaran marka berhenti dan parkir yang jumlahnya mencapai 1.048 pelanggaran. Kemudian jenis pelanggaran terbanyak lainnya yakni tidak menggunakan helm berstandar sebanyak 339 pelanggaran, tidak melengkapi surat-surat berkendara (284 pelanggaran), tidak menyalakan lampu utama (223 pelanggaran) dan berkendara lebih dua orang (200 pelanggaran).

Lebih lanjut, jumlah penindakkan pada Operasi Patuh menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, terdapat 9.675 penindakkan yang terdiri atas 7.605 teguran dan 2.918 tilang. Secara keseluruhan penurunan hingga 3.948 penindakkan atau 41 persen.

Dari jumlah tersebut, imbuhnya, penindakkan didominasi pada pengendara sepeda motor. "Seperti disebutkan sebelumnya, karena lebih banyak sepeda motor yang melanggar, terutama yang melawan arus,” ucap dia.

Sri menambahkan, dari hasil penindakkan tersebut, pihaknya bakal melakukan pengkajian lebih lanjut untuk menentukan langkah strategis, terutama untuk menekan angka pelanggaran.

"Jadi jumlah ini kami lakukan laporan dan hasil akan diketahui bakal seperti ini. Namun yang jelas kami terus upayakan untuk berkampanye tentang keselamat lalu lintas,” tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar