KABUPATEN GARUT

Operasi Patuh Didominasi Pelanggar Tanpa STNK Dan Helm

Hukum  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 12:51:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Operasi Patuh Didominasi Pelanggar Tanpa STNK Dan Helm

AKBP Budi Satria Wiguna/RMOLJabar

RMOLJabar. Operasi Patuh 2019 didominasi pelanggar yang tidak dilengkapi dengan STNK dan kelengkapan lain.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna saat melakulan ekpos di hari terakhir Oprasi Patuh Lodaya.

Menurut Budi, di Kabupaten Garut jumlah pelanggar lalulintas yang terjaring petugas di lapangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding 2018, atau mencapai 166 persen.

Budi juga menyebut, selama Operasi Patuh 2019 pihaknya menjaring 7.720 pelanggar di jalan raya.

"2.255 pelanggar kita berikan teguran, sedangkan yang 5.465 pelanggar kita berikan tindakan berupa tilang," ujarnya di Mapolres Garut, Kamis (12/9).

Dari jumlah pelanggar tersebut, kata Kapolres, yang mendominasi melakukan pelanggaran adalah pengguna kendaraan bermotor roda dua karena tidak mengunakan helm yang jumlahnya mencapai 4.525 kendaraan.

Namun untuk pelanggaran lainnya, terjadi peningkatan jumlah pelanggar yang terjaring oleh anggota bertugas di jalan raya selama Operasi Patuh 2019.

"Untuk pelanggar sendiri, yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah karyawan/swasta yang mencapai 2.789 disusul pelajar/mahasiswa yang mencapai 1.377 pelanggar. Untuk barang bukti yang kita sita, paling banyak STNK yang jumlahnya 3.854 disusul sim 1.427," katanya.

Selain kendaraan pribadi, lanjut Kapolres, kendaraan angkutan umum dan barang tidak luput dari operasi yang dilakukan Satlantas Polres Garut.

Hasilnya, 326 mobil angkutan barang dan 59 bus terjaring karena diketahui melakukan pelanggaran.

Kapolres mengungkapkan, tingginya angka pelanggar selama operasi patuh menjadi catatan pihaknya dalam melakukan pembinaan tentang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

"Kita akan fungsikan Dikyasa agar lebih masuk dan menyebar lintas sektor dalam pembinaan hal tersebut agar masyarakat Garut dan lalulintasnya lebih baik lagi," ungkapnya. [nur/gan]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar