KABUPATEN BANDUNG BARAT

Revitalisasi Situ Ciburuy, Empat Hektare Sawah Warga Gagal Panen

Peristiwa  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 13:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Revitalisasi Situ Ciburuy, Empat Hektare Sawah Warga Gagal Panen

Sawah warga Kp. Langkob dilanda kekeringan/RMOLJabar

RMOLJabar. Seluas 4 hektare areal pesawahan di Kampung Langkob, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami gagal panen.

Kegagalan ini disebabkan revitalisasi Situ Ciburuy yang tidak ramah bagi pesawahan warga. Pasalnya, imbas dari revitalisasi Situ Ciburuy yang saat ini krisis air akibat dilanda kekeringan sepanjang musim kemarau tidak lagi mengalirkan air ke areal pesawahan warga.

Dikatakan Rohaeni (65), sulitnya sumber air untuk areal pesawahan sudah terjadi sedari April 2019 lalu. Aliran air dari Situ Ciburuy tidak lagi mengalir akibat surutnya air di danau yang sudah ada dari 1918 tersebut.

"Karena Situ Ciburuy airnya kering, ya, jadi sawahnya juga kekeringan," kata Eni saat ditemui di Kp. Langkob, Kamis (12/9).

Areal pesawan di Kp. Langkob dengan total luas 4 hektare, diterangkan dia, sudah ada sedari dulu dan hanya mengandalkan aliran air dari Situ Ciburuy saja.

"Gak ada lagi (sumber air) lainnya, cuma dari Situ aja," terangnya.

Akibat dilanda kesulitan pasokan sumber air, para petani mengalami kerugian bervariasi mulai dari Rp4 juta sampai Rp6 juta, tergantung luas lahan sawahnya.

"Kerugian itu baru modalnya saja, belum ditambah kerugian beli pupuk dan obat," ujarnya.

Dijelaskan Eni, Kegagalan panen di 2019 ini sudah kali kedua setelah sebelumnya sawah para petani gagal panen akibat diserang hama. Kini, padi yang ditanam April 2019 lalu dan seharusnya bisa dipanen pada September 2019 ini pun turut gagal akibat sawah tidak teraliri air.

"Tahun ini sawah gagal panen semua, petani gak ada pemasukan karena gak ada penghasilan dari sawah," keluhnya.

Sementara petani lainnya, Edi Bin Enjum menyampaikan, tidak adanya sumber air untuk pesawahan merupakan imbas dari rencana Pemerintahan Provinsi Jawa Barat periode 2018-2023 yang hendak merevitalisasi Situ Ciburuy.

Pada saat pengerjaan pembangunan, sambung dia, pintu air di Kampung Sadang ditinggikan sehingga tidak sedikit pun air dari Situ Ciburuy mengalir ke areal pesawahan warga.

"Kita senang Situ Ciburuy ini dibangun. Kita pernah komplen supaya pintu airnya jangan terlalu tinggi tapi tidak ditanggapi," ungkapnya.

Akibat padi yang ditanamnya mengalami kegagalan panen, bapak tujuh anak ini membeberkan, terpaksa mengais rezeki dari memungut barang-barang bekas dan mencari kayu bakar dengan penghasilan Rp8 ribu sampai Rp 10ribu per harinya.

"Tadinya (padi yang ditanam) ini buat makan sehari-hari tapi sekarang terpaksa nyari rongsokan sama nyari kayu bakar, ya, hasilnya dipas-pasin aja," imbuhnya.

Edi berharap, pemerintah membuka mata dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi para petani di Kp. Langkob.

"Ya, mudah-mudahan ada bantuan, karena untuk daerah lain ada bantuan seperti bibit, pupuk, maupun alat pertanian tapi ke kampung ini mah gak pernah ada," tukasnya. [alvin/gan]


Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar