Tak Tepati Janji, P2T Kereta Cepat Digugat Pemilik Lahan

Hukum  JUM'AT, 13 SEPTEMBER 2019 , 15:58:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Tak Tepati Janji, P2T Kereta Cepat Digugat Pemilik Lahan

Proyek Kereta Cepat/RMOLJabar

RMOLJabar. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purwakarta yang bertindak selaku Panitia Pengadaan Tanah (P2T) untuk Proyek Kereta Cepat di wilayah Kabupaten Purwakarta dianggap ingkar janji dan melawan hukum.

Demikian disampaikan Ketua Tim Kuasa Hukum CV. Panghegar, Iwan Gunawan kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (13/9) di Purwakarta.

Menurutnya, proses ganti rugi tanah milik CV. Panghegar seluas 13.850 meter di Desa Cilalawi Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, yang bakal terpakai trase rel kereta cepat tidak sesuai mekanisme pengadaan tanah seperti yang tertuang dalam undang-undang nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

"Jumlah luas tanah tersebut diluar luas lahan yang terdampak dari proyek tersebut. Untuk itu kita telah melayangkan gugatan secara perdata terhadap PT. PSBI dan KJPP dan tergugat dua BPN Purwakarta selaku P2T. Kini, tengah proses persidangan," ujarnya.

Sebelumnya, kata Iwan, berkaitan dengan penyelesaian harga ganti rugi lahan, pihak BPN telah memberikan keterangan akan mengundang semua pihak terkait.

"Namun pada kenyataannya tidak dilakukan. Oleh karena itu, kami anggap ingkar janji dan tindakan melawan hukum itu sedang kami proses secara perdata," tuturnya.

Hingga naskah ini ditulis, RMOLJabar belum dapat mengkonfirmasi pihak BPN Purwakarta. [gan]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00