KOTA CIREBON

Kemenpora Soroti Salah Kaprah Pemanfaatan Stadion Bima

Olahraga  SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 10:22:00 WIB | LAPORAN: SYAH RONI

Kemenpora Soroti Salah Kaprah Pemanfaatan Stadion Bima

Stadion Bima Cirebon/RMOLJabar

RMOLJabar. Situasi ironis terjadi di Stadion Bima Cirebon. Tidak seperti stadion besar lainnya di Indonesia yang dipenuhi berbagai kegiatan para atlet dan melahirkan atlet-atlet berprestasi, stadion megah itu malah dipenuhi para pedagang.  

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan Kemenpora, Sutrija, Sabtu (14/9).

"Sebagaimana kita ketahui bahwa stadion ini banyak dipenuhi oleh pedagang-pedagang tetap yang mempunyai kios atau warung dan pedagang kakilima serta pedagang yang menggunakan gerobak dorong”, ungkapnya.

Dikatakan Sutrija, stadion yang pernah berjaya pada masanya, saat ini tidak dioptimalkan sesuai tujuan pembangunannya. Jarangnya atlet berprestasi lahir dari Cirebon karena banyaknya venue tidak terurus dengan baik. Idealnya, lanjut Sutriaji, venue-venue tersebut jadi tempat berlatih yang memadai serta didukung sistem pelatihan dan kompetisi yang terencana.

Sutrija tak bisa menutupi kekecewaanya. Dia menilai stadion yang jadi kewenangan Pemerintah Kota Cirebon itu seharusnya bisa jadi tempat pembibitan atlet yang bagus. Apalagi, lokasinya strategis karena banyak dikelilingi oleh permukiman padat penduduk dan sekolah-sekolah serta perguruan tinggi.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini jika dibandingkan dengan masa lalu maka masih terngiang dalam ingatan kita bahwa dari wilayah Cirebon banyak sekali melahirkan atlet nasional bahkan internasional seperti cuncun dari cabang badminton, chaterine surya cabang renang, klub bola PSIT dan atlet lainnya yang cukup terkenal”, katanya.

Ia menuturkan, keadaan tersebut terjadi setelah stadion gunungsari dirubah menjadi sebuah pusat perbelanjaan, hotel dan mall besar. Dan setelah itu, mulailah berjalan perlahan dengan pasti prestasi atlit Cirebon meredup.

Terakhir didepaknya asrama brimob yang sangat terkenal dengan turnamen brimob cupnya dan banyak melahirkan atlet volley ball tingkat nasional. Akan tetapi saat ini asrama brimob sudah menjadi mall”, tuturnya.

Ia memandang pemerintah setempat seolah tidak peduli terhadap perkembangan dunia olahraga. Padahal menurutnya, keberhasilan pembangunan industri olahraga sangat penting karena dapat berdampak besar terhadap perekonomian dari sektor ini, bahkan kemajuan olahraga dapat menjadi sebuah indikator kemajuan suatu daerah.[son]

Komentar Pembaca
Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad