KABUPATEN GARUT

Ketimbang Gadget, Vina Lebih Pilih Jadi Penghafal Al Quran

Ragam  MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 , 15:54:00 WIB | LAPORAN: M NUR EL BADHY

Ketimbang Gadget, Vina Lebih Pilih Jadi Penghafal Al Quran

Rumah Tahfiz Al Zamani/RMOLJabar

RMOLJabar. Tidak pernah terpikir sebelumnya dari niat mengaji biasa, Vina Laudatul Jannah (16), kini bisa menjadi penghafal Alquran dalam usia yang masih belia. Ia hanya memiliki keinginan agar Alquran bisa diingat kaum milenial.

Siswi MAN 2 Garut kelas X ini mengaku jika banyak teman sebayanya lebih mementingkan membawa telepon pintar yang bagus setiap hari. Ketimbang memiliki Alquran untuk dibaca. Padahal Alquran menjadi pedoman untuk melangkah.

Vina belajar menghafal Alquran sejak kelas 6 SD. Kebetulan di dekat rumahnya Kampung Salamgede, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul baru didirikan rumah tahfiz Al Zamani. Ia dan anak-anak lain banyak yang belajar mengaji di rumah tahfiz tersebut.

"Pertamanya menghafal biasa saja. Kayak juz ama gitu. Tapi terua dikasih motivasi supaya bisa hafal Quran," ucap Vina saat ditemui kantor berita RMOLJabar di rumah tahfiz Al Zamani, Garut,  Minggu (15/6).

Ia akhirnya bisa menghafal semua ayat Alquran saat menginjak kelas VIII SMP. Meski sudah hafal 30 juz, ia mengaku masih terus mempelajari isi Alquran. Terutama mendalami makna yang terkandung dalam setiap ayat.

"Awalnya susah (menghafal Alquran). Tapi lama-lama kebiasaan dan alhamdulillah jadi gampang," ujarnya.

Kini ia ditunjuk pimpinan rumah tahfiz untuk bisa menularkan ilmu yang dimilikinya kepada anak-anak lain. Setiap sore hingga malam, Vina menjadi pengajar dan memberikan teknik menghafal Quran.

"Ada dua teknik yang diajarkan. Pertama jiadah yakni menghafal ayat satu per satu. Kedua muroja'ah yakni mengulang hafalannya hingga benar-benar baik," katanya.

Berkat hafalan Quran, Vina bisa mendapat beasiswa saat masuk ke MAN 2 Garut. Selain itu ia juga sempat mengikuti beberapa perlombaan dan menjadi juara.

"Sekolah di MAN alhamdulillah gratis. Terus dapat beasiswa juga dari salah satu perusahaan," ucapnya.

Tak mudah untuk mempertahankan hafalan Quran. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini. Telepon genggam jadi cobaan yang berat agar ia tak lupa hafalan Quran.

"Kurangin main HP itu masih jadi PR (pekerjaan rumah). Sampai sekarang masih suka main HP," ujar Vina yang sudah menjadikan hafalan Quran sebagai hobinya.

Ia menambahkan, tak pernah ada paksaan untuk menghafal Alquran. Malah dengan hafalan Quran, membuat hatinya menjadi lebih tenang. Ia pun harus menjaga tutur katanya dan bersikap santun.

Pimpinan rumah tahfiz Al Zamani, Aceng Sayyid Zaman menyebut, sudah ada 60 orang yang belajar menghafal Alquran. Namun baru Vina yang telah lulus hafalan Quran hingga 30 juz.

"Ada satu lagi yang sudah hafal lebih dari 20 juz. Insya Allah sebentar lagi menyusul. Vina juga membantu saya untuk mengajar anak-anak," ucap Aceng.

Rumah tahfiz yang didirikannya sejak 2015 itu memang belum banyak mengeluarkan lulusan. Namun ia optimis, perlahan banyak kaum muda mau menjadi penghafal Quran. [son]

Komentar Pembaca
Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad