Menelaah Penghapusan Materi Perang

Politik  MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 , 20:58:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Menelaah Penghapusan Materi Perang

Ilustrasi/net

KEMENAG mulai tahun 2020 berencana menghapus materi perang pada Madrasah Ibtidaiyah hingga Aliyah dalam kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Rencana ini untuk membangun jiwa toleransi pada agama lain. Materi perang akan mengganti dengan materi tentang kejayaan Islam. Rencana ini dinilai kontroversi dan kontraproduktif bahkan dapat bernilai manipulatif.

Ada beberapa hal kontroversi dari rencana ini, yaitu :

Pertama, secara hakiki ini adalah mereduksi ajaran Islam itu sendiri sebab komprehensivitas ajaran termasuk "jihad bima'na qital". Berperang adalah jalan agama melawan penindasan dan kedzaliman.

Kedua, menghapus sejarah Islam. Tak dapat dipungkiri sejarah Islam dilengkapi dengan catatan emas peperangan menegakkan dan membela kebenaran. Rosulullah SAW adalah komandan tempur. Ingat Badar, Uhud, Khandaq dan lainnya.

Ketiga, toleransi salah kaprah. Bagaimana bertasamuh dengan agama lain dengan cara menipu kita sendiri. Harusnya difahami tentang makna perang dalam Islam yang tidak sembarang dalam memerangi agama lain.

Keempat, sedemikian parah mental budak pada umat Islam. Kita kehilangan kepercayaan diri berhadapan dengan umat lain. Anak dan generasi mendatang dididik dengan mental "minderwardig" seperti ini sehingga sejarah pun harus dimanipulasi.

Kelima, umat menjadi korban serangan musuh. Isu radikalisme dan intoleran telah memorakporandakan kekuatan umat. Ironinya justru yang menjadi sasaran adalah madrasah, tragis sekali.

Keenam, Kemenag yang seharusnya jadi benteng pembinaan umat Islam, telah menempatkan diri sebagai "perusak" Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Keliru dan tidak proporsional memaknai perang dan kejayaan Islam. Jiwa perang umat Islam telah memerdekakan Negara Indonesia.

Kiranya penting untuk merenungi kondisi umat Islam Indonesia sekarang ini yang semakin lama terasa seperti tamu di rumah sendiri. Ayo kita tegakkan harga diri umat dengan kepercayaan pada kemuliaan agama yang diturunkan Allah SWT ini. Jangan rusak agama demi pergaulan dunia dan setitik materi. Semoga kita tidak mendidik anak muda menjadi umat yang penakut. Nashrun minallah.[***]
M Rizal Fadillah Penulis pemerhati keagamaan


Komentar Pembaca
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad