21 Kasus Narkotika Berhasil Diungkap Polrestabes Bandung

Hukum  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 11:02:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

21 Kasus Narkotika Berhasil Diungkap Polrestabes Bandung

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema /RMOLJabar

RMOLJabar. Dalam kurun waktu dua pekan SatresNarkoba Polrestabes Bandung berhasil mengungkap 21 kasus peredaran narkotika. Sebanyak 24 orang tersangka pun turut diamankan atas kepemilikan barang haram itu, baik pengedar maupun pemakai.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengungkapkan, dalam pengungkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan ratusan gram narkotika jenis sabu dan belasa gram narkotika jenis ganja.

"Kita berhasil mengamankan Sabu 416,03 gram (empat ratus enam belas koma nol tiga gram), Ganja 12,25 gram (dua belas koma dua puluh lima gram)," ucap Irman di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (17/9).

Lebih lanjut, Irman menyebutkan, rumah indekos pun menjadi satu diantara tempat favorit bagi para pengedar barang haram tersebut beroperasi.

"TKP kebanyakan di perumahan jalan umum kos-kosan dan apartemen," ujar Irman.

Saat disinggung modus peredaran narkotika yang dilakukan para tersangka. Irman menjelaskan modusnya pun beragam. Mulai dari menempelkan barang tersebut di tempat yang sudah ditentukan kurir dan pembeli, hingga transaksi online menggunakan jasa pengiriman.

"Modusnya sistem tempel di tempat, Transaksi langsung antara kurir dan konsumen, melalui jasa pengiriman, hingga Transaksi on line melalui media sosial (Instagram, Line)," tutur Irman.

Selanjutnya, Irman menyebutkan, diantara 24 tersangka terdapat satu orang yang paling menonjol yaitu IH. Pasalnya, IH merupakan kurir narkotika antar provinsi

"Yang bersangkutan berperan sebagai kurir dalam jaringan antar provinsi yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta dan mengaku sudah dua kali melakukan pengiriman sabu ke Wilayah Bandung dan sekitarnya, Yogyakarta dan setiap pengiriman mendapat upah sebesar 10 juta rupiah," ungkap Irman.

Atas perbuatannya, Irman menambahkan, tersangka pengedar narkotika dapat dijerat pasal 114 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan pidana denda sebesar minimal 1 milyar maksimai 10 milyar.

Sedangkan untuk pengguna, dapat dijerat pasal 112 Jo pasal 127 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda minimal 800 juta maksimal 8 milyar.[son]



Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA