Masyarakat Merasa Belum Puas, Program Kerja RK-Uu Harus Difokuskan Pada Tiga Persoalan Ini

Pemerintahan  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 23:14:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Masyarakat Merasa Belum Puas, Program Kerja RK-Uu Harus Difokuskan Pada Tiga Persoalan Ini

Direktur Eksekutif Instrat Jalu Priambodo/RMOLJabar

RMOLJabar. Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, sudah menginjak satu tahun pada tanggal 5 September 2019 kemarin. Banyak program yang sudah dilaunching oleh pasangan yang dikenal dengan nama Rindu (RK-Uu) ini.

Masih ada empat tahun lagi bagi RK dan Uu untuk menyelesaikan janji-janji kampanye tersebut. Namun, sebagian masyarakat Jawa Barat merasa puas dengan kinerja mantan Wali Kota Bandung dan mantan Bupati Tasikmalaya itu.

Merujuk pada hasil survei yang dirilis Indonesia Strategic Institut (Instrat), sebanyak 56 persen responden mengaku puas dengan kinerja RK-Uu. Meski tingkat kepuasan tersebut tidak mencapai 60 persen.

Dari hasil survei yang dilakukan pihaknya di bulan Agustus menujukan, bahwa ada urusan yang paling tidak puas dari persepsi masyarakat yaitu kesejahteraan hanya mencapai 19 persen, lapangan pekerjaan 16 persen dan harga bahan pokok 9 persen.

Direktur Eksekutif Instrat Jalu Priambodo mengatakan, ada tiga isu strategis yang menjadi keluhan masyarakat Jawa Barat. Dari mulai lapangan pekerjaan, kebutuhan pokok, dan kesejahteraan. Sehingga, ketiga isu inilah yang harus menjadi fokus RK-Uu di empat tahun kepemimpinannya ke depan.

"Gubernur dan Wakil Gubernur harus memfokuskan program kerja pada ketiga isu tersebut. Ada beberapa program yang paling dikenal masyarakat untuk bisa mengatasi tiga permasalahan tersebut," kata Jalu, saat konfrensi pers di Bandung, Selasa (17/9).

Pihaknya menyatakan, tiga program yang paling dirasakan masyarakat adalah Desa Digital, Jabar Quick Respons (JQR), dan Kredit Mesra. Ketiga program ini lanjut dia, bisa mengcover tiga permasalahan yang paling dikeluhkan oleh masyarakat.

"Kan mayoritas di Jabar adalah Desa, dan yang dirasakan manfaatnya karena fokus membenahi desa. Kedua adalah JQR ini terkait dengan kebencaan dan aspirasi publik. Akan tetali JQR ini perlu dibuat lebih membumi dari sisi bahasa agar mudah dimengerti. Ketiga adalah Kredit Mesra di Kota Bandung yang bisa ditarik ke Jabar. Karena bnyak orang membutuhkan modal usaha dengan problem lapangan pekerjaan," jelasnya.

Ketiga program inilah yang harus difokuskan oleh Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Kalaupun banyak program yang sudah diluncurkan itu akan menjadi bias jika tidak difokuskan.

"Kan program yang sudah dilaunching itu terlalu banyak. Maka lebih baik difokuskan pada tiga program tadi, karena itu bisa mengcover permasalahan masyarakat Jabar," jelasnya.

Di samping itu, dari sisi kebahagiaan masyarakat Jawa Barat tahun 2019 meningkatkan meskipun tidak signifikan, tahun 2019 tingakat kebahagiaan masyarakat sebesar 90 persen sedangkan tahun 2017 89 persen.

Sedangkan kata Jalu, tingkat ke banggaan masyarakat menjadi warga Jawa Barat menurun, tahun 2017 ketingkat ke banggaan masyarakat mencapai 93 persen dan tahun 2019 91 persen.

Selanjutnya, terkait kondisi ekonomi saat ini 41 persen mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang menurun, dan sebanyak 72 persen mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang membaik.

Diketahui survei ini dilakukan terhadap 405 responden di 27 kota kabupaten di Jawa Barat, terpilih secara acak menggunakan multi stage random ini mencoba menjawabnya. [yud]




Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA