JAWA BARAT

RK Ajak NU Bisa Berkolaborasi Dengan Pemprov Untuk Membangun Bangsa

Politik  SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 , 10:30:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

RK Ajak NU Bisa Berkolaborasi Dengan Pemprov Untuk Membangun Bangsa

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/dok Humas Pemprov Jabar

RMOLJabar. Jawa Barat kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara acara Nahdatul Ulama (NU) tingkat nasional.

Setelah sukses menyelenggarakan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Banjar Februari lalu, kali ini Purwakarta dipilih sebagai lokasi Rapat Pleno PBNU 'Konsolidasi Menuju Muktamar ke-34' di Pondok Pesantren Al Muhajirin 2 pada 19-22 September 2019.

Rapat pleno PBNU dihadiri langsung oleh Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Siraj, beberapa menteri kabinet kerja, hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil mengatakan, bangga Provinsi Jabar beberapa kali mendapatkan amanah dalam penyelenggaraan acara NU tingkat nasional.

"Kami merasa bahagia Jabar selalu dipercaya PBNU untuk jadi tuan rumah acara NU tingkat nasional," ucap Emil, sapaan akrabnya, Sabtu (21/9).

Menurutnya, Jabar dengan jumlah penduduk muslim terbesar serta memiliki sebaran 19 persen masjid di Indonesia merupakan lokasi dan lingkungan yang tepat bagi penyelenggaraan hajat besar NU.

"Semoga semakin memperkokoh dakwah Islam ahlussunnah waljamaah di bumi Jawa Barat," ujarnya.

Dikatakan Emil, dengan tugas memberikan pelayanan di provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, pihaknya membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PBNU, untuk bergerak bersama menuju visi Jabar Juara Lahir dan Batin dengan inovasi dan kolaborasi.

Dirinya berharap, bahwa NU dapat bersinergi dengan Pemdaprov Jawa Barat dalam percepatan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program keumatan yang sudah berjalan.

"NU sebagai organisasi non pemerintah merupakan rumah besar bagi siapapun muslim yang ingin berkontribusi bagi Jawa Barat," katanya.

NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sendiri dalam sejarahnya telah memberikan sumbangsih nyata bagi penguatan semangat kebangsaan.

Emil menuturkan, eksistensi NU selama 93 tahun lebih telah mengemban amanah diniyah (tanggung jawab keagamaan) dan amanah wathoniyah (tanggung jawab kebangsaan) di Tanah Air.

Terakhir, Emil berharap pelaksanaan rapat pleno PBNU ini menghasilkan keputusan penting yang dapat memperkuat NU dalam kiprahnya untuk umat dan bangsa.

"Juga semakin memperkokoh kerja sama antara ulama dan umara, selamat melaksanakan rapat pleno," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca
Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad