KABUPATEN BANDUNG BARAT

Mesin Sampah Portabel Solusi Sederhana Pencemaran Sampah Di Lembang

Ragam  MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 16:05:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Mesin Sampah Portabel Solusi Sederhana Pencemaran Sampah Di Lembang

Mesin sampah portabel/RMOLJabar

RMOLJabar. Pencemaran lingkungan akibat sampah yang dibuang secara sembarang di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, masih banyak terjadi. Meskipun tidak sedikit warga Lembang yang berperan secara aktif untuk menangani persoalan ini.

Apalagi Kota Lembang dikenal sebagai kota wisata. Sehingga keberadaan sampah-sampah liar, tentunya sedikit banyak mencoreng wajah dari Kota Lembang.

Menangani persoalan sampah, tidak sedikit warga yang melakukan inovasi. Seperti yang dilakukan warga Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang berinovasi membuat mesin pembakar sampah portabel dan ramah lingkungan.

Dengan cara kerja mesin cukup sederhana, berbagai jenis sampah rumah tangga dimasukan ke dalam drum bekas. Kemudian drum ditutup dengan plat besi yang disambungkan dengan vakum.

Proses pembakaran sampah sendiri menggunakan bantuan listrik selama kurang lebih 30 menit. Tampak, hanya asap tipis keluar dari pipa bagian atas.

Dibuatnya mesin sampah portabel yang belum memiliki nama ini bermula dari keprihatinan warga RW 04 dengan banyaknya sampah di Lembang, khususnya di lingkungan sekitarnya. Serangkaian uji coba telah dilakukan sehingga, keberadaan mesin sampah portabel ini diyakini tidak akan menimbulkan pencemaran udara.

"Asap pembakarannya sangat minim, jadi sangat cocok digunakan minimal untuk satu RT. Alat ini juga dilengkapi roda jadi sampah bisa dibakar di tempat yang diinginkan dan tidak menimbulkan bau di lingkungan sekitar," kata Ketua RW 04, Yusif Hidayat, Minggu (22/9).

Saat ini, mesin sampah portabel baru dimanfaatkan warga di sekitar rumahnya sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah rumah tangga.

Ide pembuatan mesin sampah portabel sudah sedari lama. Akan tetapi karena satu dan lain hal, baru terealisasi Agustus 2019 dengan masa uji coba selama 2 pekan.

"Cara kerjanya cukup gampang, sampah-sampah yang dimasukan, dibakar pakai korek untuk menyulut api. Setelah saklar dari alat ini terhubung dengan listrik, kita tinggal menghidupkan alat pembakarnya. Tegangan listriknya rendah, hanya 150 Watt," paparnya.

Mesin portabel ini mampu memuat 30 sampai 40 kilogram sampah. Yang mana sisa pembakarannya sendiri bisa digunakan kembali seperti untuk kebutuhan bercocok tanam atau bertani.

Yusif mengharapkan, adanya support dari pihak-pihak terkait supaya keberadaan mesin sampah portabel bisa semakin dikembangkan dan dibuat dengan kapasitas lebih besar yang mampu memuat sampah dengan volume yang besar pula.

"Sejauh ini sangat bermanfaat dan bisa berjalan sesuai yang diharapkan tapi memang, butuh proses untuk dikembangkan lagi. Kalau sudah sempurna tentunya mesin ini akan diperbanyak dan dijual untuk digunakan masyarakat lainnya," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad