KABUPATEN MAJALENGKA

Pemuda PUI Siapkan Petisi Ganti Nama BIJB Ke KH Abdul Halim Airport

Ragam  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 13:39:00 WIB | LAPORAN: DEFRI ARDYANSYAH

Pemuda PUI Siapkan Petisi Ganti Nama BIJB Ke KH Abdul Halim Airport

Pembina Pemuda PUI Majalengka Mochammad Ikrom/RMOLJabar

RMOLJabar. Wacana penggantian nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie banyak menuai pro dan kontra dari berbagai tokoh dan elemen masyarakat.

Pimbana Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Majalengka Mochammad Ikrom, mengusulkan agar pemerintah tetap menamai BIJB Kertajati dengan nama KH Abdul Halim Airport.

"Hal tersebut karena sebelumnya sudah banyak usulan serta petisi yang diajukan ke Pemerintah melalui Kemenhub terkait perubahan nama Bandara Kertajati," kata Ikrom, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (23/9).

Menurutnya, KH Abdul Halim adalah satu-satunya pahlawan nasional asal Majalengka, sehingga sudah sepatutnya pemerintah memberikan apresiasi lebih agar namanya terus membumi dan diingat masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Majalengka.

"KH Abdul Halim kan seorang pahlawan Nasional, seharusnya pemerintah itu bisa mengakomodir usulan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Majalengka dan menjadikan Bandara Kertajati menjadi KH Abdul Halim Airport," tuturnya.

Dirinya menjelaskan, sebagai pembina pemuda PUI, juga selaku masyarakat Kabupaten Majalengka sangat berharap penggantian nama Bandara Kertajati yang pasti ialah KH Abdul Halim.

"Sebagai masyarakat asli Majalengka, saya turut mengusulkan agar KH Abdul Halim dipakai untuk nama bandara di Kertajati. Beliau satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari Majalengka. Beliau Founding Father NKRI juga anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Saya kira ini usulan yang sangat relevan dan rasional," jelasnya.

Bila perlu, pihaknya akan segera membuat petisi dan usulan ke pemerintah melalui Dewan agar usulannya disetujui.

"Kita akan persiapkan petisi dan usulan tentang perubahan Nama Bandara Kertajati menjadi KH Abdul Halim kepada Pemerintah dan Lembaga Legislatif agar bisa dipertimbangkan secara seksama," pungkasnya. [yud] 

Komentar Pembaca