SK Bupati Tak Berguna, Harga Gas Melon Tetap Saja Mahal

Ekbis  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 17:19:00 WIB | LAPORAN: SYAMSUL ARIFIN

SK Bupati Tak Berguna, Harga Gas Melon Tetap Saja Mahal

Salah Satu Media Sosialisasi HET Gas Melon di Pangandaran/RMOLJabar

RMOLJabar. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pangandaran Nomor 510.23/Kpts.224-Huk/2017 Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon dibawah Rp 20.000.

Namun begitu, HET gas melon masih dinilai mahal dan tidak sesuai SK Bupati Pangandaran. Alhasil, tidak sedikit warga yang mengeluh.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tedi Garnida menjelaskan HET gas melon di angka Rp 16.900 dan Rp 17.400 diatur sesuai jarak Statsiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dengan pangkalan.

" Dalam SK kan sudah dijelaskan, HET yang jarak pangkalannya dari SPPBE diatas 60 kilometer itu di harga Rp 17.400, kalau dibawah 60 kilometer Rp. 16.900, " ungkap Tedi kepada kantor berita RMOLJabar Senin (23/9).

HET ini kata Tedi, sesuai kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) dan Pertamina.

Salahseorang warga Kecamatan Parigi Budi Sumarna mengeluhkan HET gas melon masih tinggi di Pangandaran yang berada di kisaran Rp 23.000 hingga Rp 27.000.

" Padahal SK dari Bupati itu dari sejak tahun 2017 loh. Tapi kok harga gas ini masih mahal dan susah dicarinya juga, terus apa gunanya SK Bupati, " tukas Budi. [son]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00