KABUPATEN PANGANDARAN

Gas Melon Mahal, Bupati Tunggu Keputusan Penegak Hukum

Pemerintahan  SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 03:00:00 WIB | LAPORAN: SYAMSUL ARIFIN

Gas Melon Mahal, Bupati Tunggu Keputusan Penegak Hukum

Jeje Wiradinata/RMOLJabar

RMOLJabar. Tidak sesuainya Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon yang tertera di Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 510.23/Kpts.224-Huk/2017 dengan harga masyarakat, Bupati Pangandaran angkat bicara.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menegaskan, HET gas melon sudah ditetapkan dalam SK namun banyak yang nakal.

"Pas awal-awal, harga gas ini normal sesuai SK. Tapi ke sini kesininya malah mahal dan langka lagi. Permasalahan subsidi gas tidak hanya di Pangandaran saja, ini tersebar juga di daerah lain," tegas Jeje kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (23/9).

Bisa jadi, kata Jeje, kenakalan dalam harga gas melon ini karena keberadaan Statsiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) jaraknya jauh. Sehingga terjadi kelangkaan dan dipermainkan.

"SPPBE nya kan di Tasik, jadi kita juga susah melakukan pengendalian. Mungkin nanti kalau di Pangandaran ada SPPBE masalah ini bisa selesai," ungkap Jeje.

Jeje menegaskan, permainan harga gas melon merupakan upaya melanggar hukum karena sudah mengambil hak orang lain.

"Lah kan gas melon ini punya subsidi, kalau dimainkan ya berarti dia mengambil hak orang. Ini tinggal keputusan penegak hukum saja," pungkas Jeje. [gan]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00