JAWA BARAT

Transportasi Ke Bandara Tak Lagi Jadi Soal Jika Mau Terbang Dari BIJB Kertajati

Ekbis  SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 09:09:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Transportasi Ke Bandara Tak Lagi Jadi Soal Jika Mau Terbang Dari BIJB Kertajati

Bus Damri Rute Ke BIJB Kertajati/RMOLJabar

RMOLJabar. Pengalihan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT), soal transportasi menuju bandara tak lagi jadi masalah.

Pemerintah telah menyediakan bus Damri yang siap mengantarkan masyarakat ke Bandara dengan efesien. Selain gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara baru tersebut.

Bukan hanya Damri, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) juga merangkul moda transportasi lainnya seperti shuttle dan taksi daring sebagai pilihan masyarakat yang ingin terbang dari Bandara Kertajati. Ada 11 pilihan tranportasi dengan 11 rute yang tersedia saat ini yakni Bandung, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, Karawang, Majalengka dan Tegal.

"Pilihan moda transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati itu  cukup banyak, tapi memang Damri masih menjadi pilihan masyarakat karena gratis. Ini sebagai bentuk perhatian kebaikan pemerintah kepada Bandara Kertajati," ucap Direktur PT BIJB, Muhamad Singgih dalam keterangan tertulisnya di Majalengka, Senin (23/9).

Dari catatan, sejak 1-19 September 2019 ada 14.253 orang terakomodir oleh berbagai moda transportasi yang menggunakan fasilitas Bandara Kertajati untuk pilihan terbang. Dalam periode tersebut sekitar 9.823 orang diantaranya memilih Bus Damri. Adapun sisanya menggunakan shuttle dan taksi online.

Penumpang ternyata masih juga didominasi dari kawasan Bandung Raya dengan angka penumpang mencapai 11.647 orang. Disusul Cirebon dengan 1.161 dan Sumedang serta Tasikmalaya yang masing-masing mendekati 400 orang.

"Yang buat kita terkejut juga justru masyarakat Tegal yang cukup banyak menggunakan Bandara ini. Dua minggu saja ada 219 orang menggunakan angkutan umum. Data ini belum yang menggunakan kendaraan pribadi," terangnya.

PT BIJB dan beberapa pihak menurut Singgih masih memiliki pekerjaan besar untuk meng-create penumpang yang ada di wilayah cakupan seperti Indramayu, Kuningan dan Majalengka. Bergerak ke Barat penumpang potensi besar juga ada di Karawang, Purwakarta dan Subang yang sedang di maksimalkan untuk tersosialisasi.

"Kita ingin Bandara yang sudah dibuat susah payah ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat. Bukan Cuma orang Majalengka, Cirebon, atau Bandung, tapi seluruhnya. Apalagi saya optimis jika Tol Cisumdawu selesai, Bandara dan potensi wilayahnya ini akan berkembang pesat. Karena Cisumdawu ini memang kunci untuk maksimalkan Bandara ini," jelasnya.

Singgih menerangkan, jumlah penumpang pasca penataan rute yang efektif dimulai sejak 30 Juni 2019, memang mengalami peningkatan jumlah penumpang secara siginifikan yang bisa menyentuh 4.000 penumpang seharinya. Namun saat ini ketika memasuki periode low season jumlah penumpang masih dalam angka sekitar 2.500-3.000 setiap harinya.

 "Ketika ada penurunan itu hal wajar karena saat ini memasuki low season. Ini juga yang dialami bandara lain ketika memasuki periode ini," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca