KABUPATEN BANDUNG BARAT

Setelah Dua Bulan Merosot, Harga Sayuran Kembali Merangkak Naik

Ekbis  JUM'AT, 27 SEPTEMBER 2019 , 16:01:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Setelah Dua Bulan Merosot, Harga Sayuran Kembali Merangkak Naik

Kondisi pertanian Lembang/RMOLJabar

RMOLJabar. Dua bulan lamanya, harga jual komoditi sayuran dari petani merosot. Pola tanam dengan mengandalkan musim disebutkan sebagai faktor utamanya.

Ketua Kelompok Tani Tridas Jayasari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Tihar (48) mengatakan, kemerosotan harga jual sayuran sudah dirasakan dirinya dan petani lainnya di Cibodas. Pasalnya, suplai sayuran dari berbagai daerah di Indonesia cukup melimpah sejak tiga bulan terakhir ini.

"Sekarang kan pasar induk Kramatjati Jakarta saja gak dipasok dari pertanian Jawa Barat saja, dari luar daerah juga banyak yang suplai. Bahkan dari Bali juga," kata Tihar saat ditemui di Cibodas, Jumat (27/9).

Meski begitu, dia menjelaskan, saat ini beberapa komoditi sayuran sudah kembali ke harga jual normal. Dua bulan lalu, harga kembang kol yang normalnya seharga Rp4-5 ribu/Kg turun ke harga Rp 1000/Kg. Sawi Rp4 ribu/Kg turun ke harga Rp 1000/Kg. Letus Rp12 ribu/Kg turun ke harga Rp4 ribu/Kg. Kol yang normal harganya Rp4 ribu/Kg turun menjadi Rp2 ribu/Kg.

"Paling parah itu harga tomat biasa lima sampai enam ribu turun drastis ke harga lima ratus perkilo. Alhamdulillah sekarang harga jual sayuran perlahan-lahan kembali normal," ujarnya.

Kepala Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran (Balitsa) Lembang dari Kementerian Pertanian (Kementan), Catur Hermanto memaparkan, harga bahan pangan khususnya sayuran sangat dipengaruhi pasokan dan permintaan pasar.

"Nah, bicara pasar nasional, permintaan biasanya akan stabil kecuali untuk hari-hari besar tertentu saja," ungkapnya.

Kendati demikian, imbuhnya, pasokan, dalam hal ini produksi nasional sangat dipengaruhi iklim musim dan sudah menjadi kebiasaan para petani lebih sering menamam di saat musim hujan dengan alasan sumber air yang melimpah.

"Kalau semua tanam di musim hujan, maka pasokan akan naik. Sementara permintaan flat (stabil), itu yang membuat harga jatuh. Biasanya kalau orang memperhitungkan empat bulan lagi lebaran, saya bertanam sekarang sehingga harapannya lebaran harga naik. Itu yang membuat fluktuasi produksi," bebernya. [gan]

Komentar Pembaca
Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 15:25:33

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 13:45:26

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad