Papua Terus Rusuh, Din Syamsuddin: Negara Gagal Jalankan Konstitusi Dan Lindungi Rakyat

Politik  SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 , 11:14:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Papua Terus Rusuh, Din Syamsuddin: Negara Gagal Jalankan Konstitusi Dan Lindungi Rakyat

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Din Syamsuddin/net

RMOLJabar. Terjadinya tindak kekerasan di Wamena, Papua yang menimbulkan puluhan korban meninggal mengenaskan dan ratusan lain mengalami luka-luka berat dan ringan akan membuat sediah siapa pun yang memiliki hati nurani.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Din Syamsuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Din menilai kerusuhan dan pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan peristiwa di Papua sejak beberapa waktu lalu berupa aksi unjuk rasa di Sorong, Manokwari, Jayapura, dan tempat-tempat lain.

Menurut Din, seyogyanya gerakan protes itu sudah bisa diatasi dan diantisipasi, dan terutama faktor picunya di Surabaya berupa penghinaan terhadap orang Papua sudah harus cepat ditindak tegas.

"Tapi, kita menyesalkan respon aparat keamanan dan penegakan hukum sangat lamban dan tidak adil," sebut Din seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Dengan berlanjutnya tindak kekerasan ini, sambung Din, maka akan dapat disimpulkan bahwa negara tidak hadir membela rakyatnya. Negara gagal menjalankan amanat konstitusi yakni melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Negara juga berperilaku tidak adil dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang sebenarnya absah di alam demokrasi.

"Pemerintah terjebak ke dalam sikap otoriter dan represif yang hanya akan mengundang perlawanan rakyat yang tidak semestinya," terang Din mengingatkan.

Dia berpesan kepada semua pihak, khususnya pemangku amanat baik pemerintah maupun wakil rakyat, agar segera menanggulangi keadaan dengan penuh kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab.

"Hindari perasaan benar sendiri bahwa negara boleh dan bisa berbuat apa saja, baik 'membunuh rakyatnya' atau 'membiarkan rakyatnya dibunuh oleh sesama dan negara tidak bisa berbuat apa-apa'," demikian  Din Syamsuddin.[son]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00