DPRD: Stockpile Batubara Tidak Berkontribusi Pada PAD Kabupaten Cirebon

Politik  JUM'AT, 04 OKTOBER 2019 , 02:19:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

DPRD:  Stockpile Batubara Tidak Berkontribusi Pada PAD Kabupaten Cirebon

Aan Setiawan/RMOLJabar

RMOLJabar. Stockpile Batubara yang berada di ruas jalan Pantura Pangenan Cirebon Jawa Barat tidak hanya di soal warga Bendungan saja, namun di kritik Anggota Dewan.

Adalah Aan Setiawan yang membuka tabir gelap, praktek bongkar muat Stockpile Batubara yang berada di wilayah Kecamatan Pangenan, selain debunya dikeluhkan warga Bendungan, keberadaan stockpile disinyalir tidak memiliki izin resting untuk produksi (melakukan pengayakan batubara dilokasi stockpile).

Menurut Aan Setiawan, selama ini pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon tidak mendapatkan kontribusi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Selama ini keberadaan stockpile batubara tidak ada kontribusi PAD buat Pemda, sama sekali tidak ada, malah hanya merugikan warga sekitar dengan adanya polusi debu. kata Aan pada Kantor Berita RMOLJabar, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/10)

Umar Ali Bakhri (43), Sekretaris Desa Bendungan, menuturkan, limbah dalam bentuk debu dari batubara dari sejumlah gudang  (stockpile), yang berdekatan dengan pemukiman penduduk sudah sangat mengganggu, setiap musim kemarau saat angin berhembus  kencang, debu batubara masuk ke rumah-rumah warga.

Sudah lama, warga desa kami mengeluh, tapi mau ngeluh kesiapa, atas dampak lingkungan dan kesehatan dari limbah batubara dari enam (6) Stockpile, kata Umar Ali Bakhri pada Kantor Berita RMOLJabar, saat ditemui di Kantor Desa Bendungan.

Lebih lanjut,Ia berharap pada pihak Pemerintah yang memberikan izin berdirinya banyak Stockpile, agar mengkaji ulang, karena dampak dari limbah batubara lebih berbahaya dari pada manfaatnya.

Tolong di kaji ulang, keberadaan stockpile batubaru, kami berharap pada Pemkab Cirebon dan Pemprov Jabar agar menutup stockpile batubara yang sudah sangat merusak lingkungan dan kesehatan baik yang berada dekat pemukiman warga,” ujar Sekretaris Desa Bendungan, tersebut.

Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat setempat, Murtado (43), mengatakan, dampak negatif limbah batubara, selain bau dan kotor juga merusak lahan pertanian di lingkungan stockpile, karena debu batubara membahayakan pertanian.

Kami minta penutupan stockpile batubara, kami minta pada pada para anggota Dewan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar turun ke lokasi yang terdampak limbah batubara, Ujar Murtado

Menurut Murtado, dampak lingkungan sudah dirasakan warga dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penyusutan debit air saat musim kemarau dan terjadi perubahan air yang awalnya jernih menjadi keruh dan berbau pada saat musim hujan.

Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari berdirinya stockpile sangat dirasakan warga kami, mulai dari penyusutan debit air juga perubahan kejernihan air dan berbau, kami mohon ada penutupan stockpile batubara yang berdekatan dengan pemukiman, harapnya. [son

Komentar Pembaca
Bunga untuk Veronica Tan

Bunga untuk Veronica Tan

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 17:00:04

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA