KABUPATEN BANDUNG BARAT

Cisemang, Kampung Perbatasan Yang Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi

Olahraga  SABTU, 05 OKTOBER 2019 , 18:58:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Cisemang, Kampung Perbatasan Yang Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi

Atlet berprestasi di Cisemang KBB/RMOLJabar

RMOLJabar. Hanya ada 100 Kepala Keluarga (KK) di sebuah kampung di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kampung dengan sebutan Cisemang ini, dikenal sebagai perkampungan yang banyak menelurkan bibit-bibit atlet berbakat.

Berada dekat dengan aliran Sungai Citarum Purba, Kampung yang terletak di sekitar area PLTA Saguling dan PLTA Rajamandala ini, telah melahirkan generasi-generasi atlet arung jeram berprestasi. Bahkan, melalui olahraga pemicu adrenalin ini, nama Indonesia turut diharumkan dikancah dunia.

Seorang atlet kelahiran Cisemang, Doddy Aang Satibi (24) menyampaikan, pada PON 2016 lalu dirinya menyabet medali perak. Prestasi itu ia dapat karena sejak remaja dirinya sering mengikuti berbagai perlombaan sehingga saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dirinya pun dipercaya sebagai 'skipper' (Pengendali Perahu).

"Udah dari SMP saya ikut kejuaraan, salah satunya saya pernah ikut juga lomba arung jeram di HUT Marinir,"  kata Doddy di Cisemang, Sabtu (5/10).

Pria kelahiran tahun 1995 ini merupakan generasi ketiga Kapinis Indonesia. Atlet generasi pertama Kapinis Indonesia sendiri pernah menyabet gelar juara I untuk nomor Sprint dan juara kedua untuk nomor Slalom Sprint dan Down River Race dalam ajang International Rafting Federation (IRF) World Cup Series di Sungai Alas Aceh 2011 silam.

"Saya sekarang melatih juga untuk Tim Porda Kota Bandung. Kurang lebih sekarang Kapinis Indonesia sudah ada 20-an atlet yang lahir dari sungai ini. Senior kami yang berprestasi ada Kang Rendi, Kang Ruhiyat Otoy, Solihin Unyil, Herman Debleng," ujarnya.

Doddy menuturkan, di pertengahan tahun 2019 ini, Taufik Hidayatulloh (18) dan tim dari generasi keempat Kapinis Indonesia meraih juara kedua IRF di Australia.

"Kami hanya kalah tipis dari tuan rumah yang menyabet Juara I. Waktu itu jumlah pesertanya dari 21 negara," ucapnya.

Dipaparkan dia, potensi alam Sungai Citarum Purba Cisameng berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Cianjur. Mulanya tidak ada yang peka dengan berbagai potensi alamnya ini. Hingga akhirnya, pada tahun 1991 Wawan Purwana pendiri Yayasan Kapinis Indonesia membuat melek masyarakat sekitar yang mayoritas kesehariannya bekerja sebagai petani.

"Beliau melihat begitu besar potensi arung jeram di sini. Karena memang beliau merupakan penjelajah," terangnya.

Kini Sungai Citarum Purba yang memiliki aliran desar dengan rute berkelok dan panjan telah menjadi daya tarik bagi penggemar olahraga ketangkasan sekaligus pemicu adrenalin ini. Maka tak heran, apabila wisata arung jeram di Cisemang naik daun dari yang semula digunakan sebagai sarana latihan militer.

"Ketika jadi objek wisata itu, mulai bermunculan warung-warung oleh warga, warga sekitar juga yang tertarik mulai dilatih yayasan untuk menjadi skipper," tandasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 15:25:33

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 13:45:26

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad