68 Warga Jabar Di Papua Memilih Pulang

Pemerintahan  SENIN, 07 OKTOBER 2019 , 12:05:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

68 Warga Jabar Di Papua Memilih Pulang

Warga Jabar di Papua/Ist

RMOLJabar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui tim pendahulu dari Dinas Sosial dan Jabar Quick Response (JQR) tengah berupaya untuk memulangkan warga Jabar di Papua.

Hal ini terkait kerusuhan di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya yang membuat beberapa warga Jabar di sana mengungsi ke Kota Sentani Kabupaten Jayapura.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sendiri telah menyapa dan berbincang dengan warga Jabar di posko pengungsian BTN Sentani melalui video call.

Dalam arahannya, pria yang kerap disapa Emil itu menegaskan, bahwa pihaknya akan selalu memperhatikan warganya di mana pun, termasuk di wilayah ujung timur Indonesia itu.

"Yang pertama, didoakan semuanya sehat walafiat. Kedua, jangan khawatir ada apa-apa (bagi) masyarakat. Pemerintah Daerah Provinsi pasti selalu ikut turun mencari solusi," ucap Emil, Senin (7/10).

"Ketiga, ikut pada instruksi-instruksi dari Tim Pemprov Jabar. Mudah-mudahan semua lancar, dan kalau ada apa-apa kontak, di mana pun kapan pun kita sama-sama warga Jabar. Doa dari saya Gubernur Jabar," katanya.

Adapun data yang dihimpun Tim Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar di Papua per 6 Oktober 2019 menyebutkan, warga yang memilih pulang berjumlah 68 orang.

Dengan rincian warga Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Kabupaten Majalengka (2 orang), Kabupaten Sukabumi (7), Kota Bandung (4), Kabupaten Bandung (4), Kabupaten Kuningan (2), Kabupaten Tasikmalaya (5), Kabupaten Sumedang (8), Kabupaten Subang (8), Kabupaten Purwakarta (3), Kota Bogor (4), dan Kabupaten Indramayu (3).

Pemulangan 68 warga Jabar tersebut rencananya dilakukan dalam satu kloter pada Selasa (8/10) dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Sementara itu, 68 orang yang dipulangkan ke tempat asalnya itu merupakan bagian dari total seribu lebih warga Jabar yang ada di Papua.

Kurang lebih seribu warga Jabar itu memiliki beragam pekerjaan, mulai dari PNS, TNI/Polri, pedagang, hingga sopir.

Sebagai mayoritas, warga yang bertahan baik di Kota Wamena maupun Papua itu menyesuaikan imbauan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar warga tak perlu eksodus keluar Wamena.

Pemulangan terhadap puluhan warga Jabar sendiri menjadi bagian dari tugas Pemprov melalui Dinas Sosial dan JQR untuk membantu pemerintah pusat dalam mengatasi masalah sosial dan kemanusiaan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jabar, Dodo Suhendar berharap, agar mereka yang memilih pulang bisa mendapatkan fasilitas untuk modal kerja setelah kembali ke tempat asalnya.

"Untuk pemberdayaan sepulang dari Papua, akan kami usulkan kepada Pak Gubernur untuk mendapatkan modal bantuan," ungkapnya.

Selain melakukan inventarisasi warga Jabar, tim dari Dinas Sosial juga sudah memberikan laporan kepada gubernur terkait kondisi pengungsi di Sentani maupun Wamena.

"Alhamdulillah (pengungsi) sehat. Ada partisipasi bantuan dari masyarakat Jabar di (berbagai wilayah) Papua, terutama makanan bagi mereka yang mengungsi," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA