Penelitian BNN Dan LIPI Sebut 1.909 Pelajar Cimahi Terindikasi Gunakan Narkoba

Ragam  SENIN, 07 OKTOBER 2019 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: ALVIN ISKANDAR

Penelitian BNN Dan LIPI Sebut 1.909 Pelajar Cimahi Terindikasi Gunakan Narkoba

Ilustrasi/net

RMOLJabar. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, sebanyak 1.909 pelajar di Kota Cimahi terindikasijadi korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya (narkoba).
Kebanyakan pelajar tersebut merupakan pengguna tingkat coba pakai atau 'new user' yang tersebar di 38 SMP, 16 MTs, 16 SMA, 24 SMK, dan 9 MA.

"Data ini berdasarkan hasil survey LIPI dan BNN Kota Cimahi di sepanjang tahun 2018 dengan jumlah 1.909 atau 3,5 persen. Kebanyakan pelajar ini pengguna narkoba yang baru sekali dua kali pakai atau pemakai pemula," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (7/10).

Maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, diakibatkan dari gaya hidup dan pengaruh lingkungan sekitar. Tidak sedikit, para pelajar ini menggunakan narkoba jenis obat-obatan.

"Banyak faktor yang menyebabkan mereka masih menggunakan narkoba, tapi dominan lebih ke perkelompok, mereka kebawa," jelasnya.

Selain pengguna pemula, hasil survey mencatat sebanyak 0,75 % atau sebanyak 191 orang sebagai pengguna teratur. Sedangkan yang telah mengalami ketergantungan mencapai 0,25 % atau 136 orang.

Dengan tingginya angka penyalahgunaan narkoba, dia menegaskan, saat ini BNN Kota Cimahi fokus melakukan penanganan terhadap pelajar pengguna tingkat pemula. Hal ini menjadi langkah antisipasi, supaya para pelajar tersebut tidak terjerumus menjadi pengguna aktif dengan level lebih berat.

"Kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan levelnya akan naik menjadi teratur. Jadi harus diselesaikan, mereka harus dipulihkan ke nol lagi," ungkapnya.[son]

Komentar Pembaca