Mainkan Permainan Tradisional, Rekor Dunia RHR Pecah Di Subang

Ragam  SELASA, 08 OKTOBER 2019 , 11:35:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Mainkan Permainan Tradisional, Rekor Dunia RHR Pecah Di Subang

1000 siswa lebih mainkan permainan tradisional/Ist

RMOLJabar. Rekor dunia RHR (Record Holders Republic) tercipta di Jawa Barat, tepatnya di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang, Senin (7/10). Pemecahan rekor dunia itu dilakukan lewat empat permainan tradisional yang dimainkan 1000 lebih siswa, di antaranya permainan kolecer tradisional, permainan sarung, salam sabrang serta tarian permainan anak tradisional.

Pemecahan rekor RHR itu diawali oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan memainkan kolecer yang kemudian diikuti 1000 siswa dan masyarakat lainnya. Setelah itu, berturut-turut permainan lainnya, yakni permainan babalonan sarung dan salam sabrang. Untuk kedua permainan ini, Ridwan Kamil bersama Isteri Atalia Ridwan Kamil berkesempatan bermain bersama.

"Hari ini ada beberapa permainan tradisional menciptakan rekor dunia. Ini harus menjadi perhatian kalangan orangtua, bahwa permainan tradisional memiliki nilai dan makna serta edukasi untuk anak-anak," kata Emil, sapaan akrabnya.

Kegiatan ini, kata Emil, bukan soal pemecahan rekornya, tapi bagaimana masyarakat terutama kalangan orang tua memperhatikan anak-anaknya dalam bermain. Saat ini, banyak anak-anak yang sudah menggemari dan mencintai permainan dalam gajet (game online), dan meninggalkan permainan tradisional.

Menurutnya, sudah menjadi komitmen pemerintah dan DPRD Jabar dalam pemajuan kebudayaan berbasis tradisional, seperti permainan tarian tradisional di Desa Cibuluh.

"Permainan anak sekarang hanya bertumpu pada jempol belaka, berbeda dengan permainan tradisional yang membutuhkan kebersamaan, keberagaman, kerja sama dan kekompakkan sehingga memunculkan nilai-nilai sosial di masyarakat," ujarnya.

Selain itu, lanjut Emil, Jawa Barat mempunyai program Jabar masagi yang didalamnya ada kebudayaan lokal tanpa doktrin. Tetapi melalui permainan anak yang digelar, lagunya banyak makna yang mengandung berbagai ada filosofinya.

"Semua di Jawa Barat mirip-mirip ada sungai, ada Curug, ada gunung ada budaya digabung bikin orang betah tinggal, tinggal dilihat fresentabel atau tidak, layak untuk dikunjungi atau tidak itu yang akan kita perbaiki," tandasnya.

Perlu diketahui, keempat rekor ini dimainkan dihadapkan Emil beserta Isteri Atalia, Bupati Subang M Ruhimat, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Andreas Wijanto serta Muspida Kabupaten Subang dan masyarakat Tanjungsiang Subang. [gan]

Komentar Pembaca