Mitos Batu Kursi Zaman Megalitikum, Jalan Pintas Politik Mistik Menuju Kursi Kepala Desa

Ragam  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 07:53:00 WIB | LAPORAN: YON MARYONO

Mitos Batu Kursi Zaman Megalitikum, Jalan Pintas Politik Mistik Menuju Kursi Kepala Desa

Batu kursi/RMOLJabar

RMOLJabar. Praktik politik mistik tidak kalah dari politik uang (money politic). Praktik mistis kerapa kali menjadi jalan alternatif bagi sebagian kalangan yang haus akan jabatan atau gila jabatan.

Menurut Edi Suhaedi (60) Tokoh masyarakat di Kecamatan Greged, banyak orang (red.tamu) yang datang ke tempat-tempat istimewa dan dipercaya membawa keberuntungan (hoki). Jika mengunjunginya, seperti Batu Kursi peninggalan nenek moyang yang menjadi petilasan yang ada di tengah kebun di Desanya.

"Walaupun zaman sudah modern tapi masih ada saja masyarakat yang percaya dengan hal-hal yang berbau mistis, karena setiap menjelang pilkada, pileg dan pilkades banyak tempat yang di keramatkan dikunjungi untuk meminta apa yang dicita-citakannya," kata Edi saat ditemui di Greged Cirebon, belum lama ini.

Edi menambahkan, kursi batu yang ada di Desanya sudah lama ada dan setiap musim khususnya pemilihan Kepala Desa (Kuwu), banyak orang datang dari berbagai daerah, baik dari Jawa Barat maupun Provinsi lain untuk melakukan ritual yang dipercayanya.

"Konon orang yang telah melakukan ritual doa di kursi batu, mendapatkan hasil dan sukses menduduki jabatan yang menjadi hajatnya," ujar Edi.

Hasil penilitian para ahli arkeologi pada 2011 dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Badan Pengembangan Sumber Daya Balai Arkeologi Bandung yang dipimpin Ketua Tim Drs. Lutfi Yondri dan enam anggota peneliti arkeologi Bandung, mengungkapkan jika batu kursi dan susunan batu monolit di atas batur punden ditemukkan di kebun milik Uyi (52) yang secara administratif termasuk dalam wilayah Blok Cisepat, Desa Greged, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan pembacaan GPS, temuan batu kursi berada di titik koordinat 06° 49’ 53,2” Lintang Selatan, dan 108° 33’ 50,4” Bujur Timur.

Masih menurut hasil peneliti tersebut, keberadaan batu kursi sudah sejak lama dan tidak banyak informasi yang dapat diperoleh. Batu kursi dari bongkahan batu andesit yang diperkirakan di pahat sebagian di antaranya untuk mendapatkan bidang datar dan bidang senderan.

Batu Kursi masuk kedalam benda cagar budaya peninggalan nenek moyang orang Cirebon. [gan]

Komentar Pembaca