Status Desa Dan IDM Jabar Terus Meningkat

Ragam  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 05:47:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Status Desa Dan IDM Jabar Terus Meningkat

Desa di Jawa Barat/Ist

RMOLJabar. Indeks Desa Membangun (IDM) Jawa Barat yang menjadi indikator dalam penetapan status desa di Indonesia terus memperlihatkan grafik menanjak. Hal itu terbukti dari peningkatan status sejumlah desa di Jabar.

Selama masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Pemprov Jabar berhasil meningkatkan status desa mandiri dari 37 menjadi 98 desa. Belum lagi jumlah status desa maju bertambah menjadi 1.232 desa. Saat ini, sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal.

Berdasarkan Permendesa PDT Nomor 2 Tahun 2016 tentang IDM, ada ratusan indikator yang menentukan status desa. Mulai dari dimensi pelayanan, dimensi kesehatan, akses pendidikan dasar, sampai keterbukaan wilayah terhadap lingkungan ekonomi. Maka, peningkatkan status desa di Jabar koheren dengan peningkatan indikator IDM.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari inovasi bernama Desa Juara yang memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Dari tiga pilar tersebut turun sederet program unggulan, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Patriot Desa, Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapa Warga, Mobil Maskara dan banyak program lainnya.

Program-program itu dirancang untuk menyelesaikan tiga masalah krusial desa di Jabar. Pertama, ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan tinggi. Kemudian, IDM Jabar masih rendah. Terakhir berkaitan dengan sistem keuangan desa yang belum maksimal.

Meski begitu, Pemprov Jabar masih memiliki pekerjaan rumah. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Prov. Jabar, terdapat 326 desa berstatus tertinggal. Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya berada di Kab. Bogor.

Kepala DPM-Desa Prov. Jabar, Dedi Supandi optimistis desa di Jabar akan terus mengalami peningkatan status setiap tahunnya. Apalagi, inovasi Desa Juara yang digagas Pemdaprov Jabar mampu mendongkrak IDM secara signifikan.

"Dengan beberapa program, sekarang jadi 98 desa mandiri. Berarti ada kenaikan itu hampir 100 persen dari 37 desa mandiri. Artinya, program desa dengan kolaborasi dan inovasi yang kami terapkan mampu mengejar ketertinggalan dan cocok untuk diterapkan," ucap Dedi, Rabu (9/10).

Dedi pun berharap, ketimpangan antara pedesaan dan perkotaan terus terkikis. Sehingga, pernyataan tinggal di desa, rezeki kota, yang kerap diucapkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dapat terwujud dengan cepat.

"Kita harap ke depan bahwa desa menjadi pusat keuangan, pusat dari pada government, dari posisi di situ tidak lagi berduyun-duyun datang ke kota besar," tandasnya. [yud]




Komentar Pembaca
Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

Erick Thohir Cocok Jadi Menpora

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 15:25:33

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 13:45:26

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad