Mulai 2020, Pemkot Bandung Tetapkan Kantung Plastik Berbayar Rp 5,000

Pemerintahan  JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 04:46:00 WIB | LAPORAN: TANTI SUGIHARTI

Mulai 2020, Pemkot Bandung Tetapkan Kantung Plastik Berbayar Rp 5,000

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani/RMOLJabar

RMOLJabar. Pemkot Bandung melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani menyampaikan mulai tahun 2020 masyarakat Bandung akan dikenakan biaya Rp3 ribu sampai Rp5 ribu dalam setiap pembelanjaan yang menggunakan kantung plastik.

Kebijakan itu ia sebut sebagai salah satu penerapan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Perwal tersebut baru saja resmi dikeluarkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

"Kisaran biayanya itu Rp3 ribu sampai Rp5 ribu, namun kita perlu kajian lebih lanjut untuk masalah itu, mungkin saja ada masyarakat yang belum terwakili dan belum setuju setelah survei tentang harga plastik itu," kata Kamalia di Hotel Ibis Braga Bandung, Kamis (10/10).

"Karena kalau harganya Rp.200 engga kerasa, mereka tetap akan membeli. Karna kalau harganya mahal maka mereka merasa keberatan sehingga mereka akan lebih memilih untuk membawa kantong belanja,"jelasnya.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah kantung plastik dari hulu yakni pusat perbelanjaan atau pertokoan yang kerap menggunakan kantung plastik kepada masyarakat yang berbelanja.

Selain itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantung plastik yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Masyarakat bisa membawa kantung belanja atau kantung yang lebih ramah lingkungan.

"Ya makanya, kalau tidak mau dibebani biaya itu (kantung plastik), masyarakat harus membawa kantung masing-masing dari rumahnya, kan gampang, kantung ramah lingkungan itu sudah tersedia di mana-mana," kata dia.

Sebelumnya, konsep kantong plastik tidak gratis ini sudah pernah diujicobakan secara nasional pada tahun 2016 lalu. Kota Bandung saat itu tercatat telah mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 42 persen.

"Penetapan kawasan pengurangan kantong plastik yaitu Perwal Tahun 2015. Kemudian Penetapan plastik berbayar yaitu Perwal Tahun 2016. Namun dalam pelaksaannya, terdapat beberapa kendala. Untuk itu diperlukan sebuah peraturan yang mengatur lebih teknis tentang implementasi dari peraturan daerah,"paparnya.

Dengan demikian, ia mengatakan pihaknya akan mewajibkan seluruh penyedia dan pelaku usaha untuk penyedia dan pelaku usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis, dan mengurangi penyediaan kantong plastik scara bertahap hingga mencapai 100% di Tahun 2025.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat Hendri Hendarta mengatakan, pihaknya akan melanjutkan inisiatif pengurangan sampah plastik itu dengan mengimbau kepada gerai-gerai toko modern di bawah naungan Aprindo. Dia menyebut hal itu sudah mulai diterapkan sejak Maret 2019 lalu.

"Kita juga mengajak konsumen tatkala berbelanja untuk dapat membawa kantong untuk tas belanja yang bisa dipakai berulang (reusable bag)," katanya.[son]

Komentar Pembaca