Pemkab Purwakarta Fokus Tanggulangi Stunting

Pemerintahan  JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 09:38:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Pemkab Purwakarta Fokus Tanggulangi Stunting

Ambu Anne gerakan minum susu dalam mencegah Stunting/RMOLJabar

RMOLJabar. Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius semua pihak.

Sejumlah upaya terus dilakukan oleh jajaran Pemkab Purwakarta untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut.

Diantaranya, dengan cara survei gizi. Jika ada warga, khususnya anak-anak yang terindikasi kekurangan asupan gizi, pemerintah daerah akan memberikan bantuan berupa pembagian daging, telur dan susu gratis sebagai asupan gizi.

Stunting adalah kondisi dimana tubuh manusia tak bisa tumbuh dan berkembang secara normal. Stunting biasanya menyerang anak-anak.

Secara kasat mata, pertumbuhan mereka akan terlihat tidak normal alias lebih pendek atau kerdil. Meski bukan dikatakan sebagai penyakit, stunting harus diantisipasi.

Selain menyerang kondisi pertumbuhan anak, dampak lain dari stunting akan menjadikan anak tersebut mudah terkena penyakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa bekerja optimal.

Kasus stunting ini menjadi perhatian Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Dinas Kesehatan setempat mencatat, 8 % dari jumlah penduduk di wilayah tersebut mengalami masalah dengan tumbuh kembang tubuhnya (stunting).

"Jika diangkakan jumlahnya sekitar 4.000 jiwa dari penduduk di Purwakarta. Dan Kebanyakan anak-anak," kata Ambu Anne, Jumat (11/10).

Menurutnya, sebenarnya kasus stunting ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Pemda Purwakarta akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting ini. Salah satunya, dengan melakukan survei gizi, monitoring dan sosialisasi ke masyarakat.

Tak hanya itu, pihaknya akan bersinergi dengan seluruh stakeholder pemangku kepentingan, untuk berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan prevalensi stunting tersebut.

Anne menjelaskan, dalam pencegahan ini pihaknya mengerahkan petugas dari 108 Posyandu untuk melakukan pengecekan.

Salah satunya, dari hasil penimbangan anak dan balita. Adapun dari hasil validasi data, ada dua wialayah yang selama ini terdapat banyak yang mengidap stunting. Yakni, Kecamatan Sukatani dan Wanayasa.

Terkait upaya penanganannya sendiri, kata dia, yakni dengan cara survei gizi. Jika anak tersebut teridikasi kekurangan asupan gizi, pemerintah akan memberikan bantuan berupa pembagian daging, telur dan susu gratis sebagai asupan gizi.

"Nanti perkembangan si anak tersebut terus dimonitor. Selain itu, upaya pencegahan lainnya yakni melalui pemberian vitamin gratis bagi calon ibu, supaya kasus stunting bisa diminimalisasi. Sehingga, bayi yang nantinya terlahir dari rahim si ibu tersebut bisa tumbuh sehat," demikian Ambu Anne. [yud]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA