KPK 'Ditelanjangi' Prof Romli Di Diskusi Publik KNPI Bandung

Hukum  SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 17:26:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IRFAN

KPK 'Ditelanjangi' Prof Romli Di Diskusi Publik KNPI Bandung

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Romli Atmasasmita (kiri)/RMOLJabar

RMOLJabar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tidak profesional dalam menangani kasus korupsi. Berbagai kejanggalan kini mulai terkuak ke publik.

Hal itu dikatakan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Romli Atmasasmita, pada acara diskusi publik yang digelar KNPI Kota Bandung, di Gelanggang Generasi Muda (GGM), Jalan Merdeka Kota Bandung, Senin, (14/10).

"Saya mengamati KPK sejak awal dibentuk hingga sekarang, terutama kepemipinan KPK 2009-2014 dan pimpinan KPK sekarang. Ada 21 tersangka KPK, ini fakta bukan fitnah, ditetapkan tersangka tapi bukti permulaanya enggak cukup. Sesuai KUHAP, penetapan tersangka itu minimal dua alat bukti," kata Romli yang juga yang juga turut membidangi lahirnya Undang-undang Pemberantasan Tipikor dan Undang-undang KPK.

Meski membeberkan berbagai ketidakberesan di tubuh KPK, Romli memuji pimpinan KPK era 2013 (Abraham Samad). Kata dia, lembaga antirasuah tersebut saat itu terbilang berhasil. KPK bergerak mendampingi perpajakan dan berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berhasil mencegah korupsi hingga mencapai Rp205 triliun.

"Pimpinan KPK era BW dan AS, mulai aneh-aneh. Dia tidak suka BG (Budi Gunawan) karena mau diangkat Kapolri. Cari-cari celah, minta laporan PPATK. PPATK menolak memberi data karena tidak ada indikasi tindak pidana. KPK akhirnya dapat data harta kekayaan BG, tapi PPATK tidak menyebut indikasi asal-usul kekayaannya," kata Romli.

Romli juga blak-blakan soal fakta dibalik penetapan tersangka Ketua BPK Hadi Purnomo.

"Setelah dibaca laporan BPK, (pimpinan KPK) tuan BW dan AS serta BM, mendatangi ‎BPK. Mereka meminta laporan itu di delete. Kepala BPK, Hadi Purnomo menolak karena audit itu perintah undang-undang. Kalaupun ada pelanggaran di KPK, silahkan perbaiki. Kata BM, kalau enggak di delete, BPK juga ada dosanya. Nah setelah Hadi Purnomo tidak menjabat KPK, dia ditetapkan tersangka. Dia ajukan pra peradilan, saya jadi saksi ahlinya dan KPK kalah," pungkas Romli. [son]


Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA