Jasa Sarana Raih Dana Investasi Non Anggaran Rp1 Triliun

Ekbis  SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 23:40:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Jasa Sarana Raih Dana Investasi Non Anggaran Rp1 Triliun

PT Jasa Sarana/Ist

RMOLJabar. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana sukses meraih pembiayaan investasi non anggaran (PINA) sebesar lebih dari Rp1 triliun untuk menyokong keberlangsungan proyek infrastruktur di Jabar.

Capaian tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pembiayaan Pengadaan Barang/Material antara PT Jasa Sarana dengan PT Indonesia Commodity & Derivatuves Exchange (ICDX) Logistik Berikat yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) melalui fasilitasi PINA Center for Private Investment.

HoA tersebut ditandatangani Direktur BUMD Jasa Sarana Dyah SH Wahyusari dan Presiden Direktur PT ILB, Petrus Tjandra bersama investee (tempat dimana investor melakukan penanaman modal/penyertaan modal) lainnya, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya di Ruang BS Mulyana Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.

Direktur BUMD PT Jasa Sarana Dyah SH Wahyusari mengatakan, alternatif pendanaan yang difasilitasi pemerintah pusat ini berguna untuk mengatasi kendala pembiayaan ekuitas proyek infrastruktur.

Menurutnya, PT Jasa Sarana (JS) akan menyalurkan skema fasilitas pembiayaan (material dan alat berat) dari PT Indonesia Commodity and Derivatuves Exchange (ICDX) untuk beberapa proyek PT Jabar Bumi Konstruksi, anak perusahaan Jasa Sarana yang bergerak dalam bidang konstruksi melalui kerja sama pembiayaan pengadaan barang/material sampai dengan Rp1 triliun

"Kemampuan keuangan BUMD yang terbatas merupakan tantangan pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Barat. Kami (Jasa Sarana) tentu akan mengupayakan akselerasi skema pembiayaan (fasilitasi), tidak lain guna men-support percepatan pembangunan proyek infrastruktur di Jawa Barat," ucap Dyah, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Senin (14/10).

Sementara itu, Chief Executive Officer PINA Center for Private Investment, Eko Putro Adijayanto mengatakan, PT Jabar Bumi Konstruksi yang merupakan anak perusahaan PT Jasa Sarana di bidang konstruksi akan semakin percaya diri ikut serta membangun infrastruktur di Jabar, baik jalan tol maupun infrastruktur lainnya.

"Penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah awal komitmen dari para pihak untuk menindaklanjutinya. BUMD Jasa Sarana sebagai investment holding company berhasil mendapatkan kepercayaan berupa fasilitas pembiayaan yang bersumber dari PT ICDX Logistik Berikat. Pembiayaan Pengadaan barang/material akan tersalurkan untuk project anak perusahaan Jasa Sarana, yakni PT Jabar Bumi Konstruksi," jelas Eko.

Hingga Oktober 2019, jata Eko, PINA Center for Private Investment telah memfasilitasi financial close senilai Rp52 triliun dengan target financial close 2019 sebesar Rp84 triliun atau setara USD 6 miliar.

Sementara jumlah proyek yang saat ini masuk dalam fasilitasi PINA Center for Private Investment adalah sebanyak 29 proyek dengan total nilai sebesar Rp630 triliun atau setara USD44 miliar.

"Dari sisi investor, PINA Center for Private Investment saat ini memiliki sejumlah investor utama dari dalam dan luar negeri, di antaranya adalah PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan CPPIB (Canada Pension Plan Investment Board)," tandasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00