Gagas Kapursirih Herang, Dedi Mulyadi Buat Sistem Pengelolaan Sampah Secara Terpadu

Politik  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 05:42:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

Gagas Kapursirih Herang, Dedi Mulyadi Buat Sistem Pengelolaan Sampah Secara Terpadu

Dedi Mulyadi/Ist

RMOLJabar. Pembangunan Kapursirih herang atau Karawang Purwakarta dan Bekasi bersih, bisa diwujudkan dengan pengelolaan sampah secara terpadu.

Begitu gagasan Anggota DPR RI Dedi Mulyadi, di Purwakarta, Senin (14/10). Kang Dedi begitu sapaannya, saat ini akan memulai dari pengelolaan limbah dan sampah, baik dari industri maupun rumah tangga.

"Untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah rumah tangga seperti di perumahan. Pengelolaan sampah, harus diurai dari rumah. Sedangkan untuk penanganan limbah cair dari rumah tangga bisa dengan menggunakan ipal komunal," katanya.

Pola ini sudah ada contoh dilakukan di Karawang yaitu ipal untuk 400 rumah tangga. Untuk limbah pabrik masuk ke sungai, nantinya kata dedi dibangun ada ipal komunal kawasan industri juga solusi atasi masalah limbah di pabrik.

Dedi mengatakan pembuatan sistem ipal yang mengelola sistem rumah tangga di buat ke kolam itu dan menjadi jernih.

Apalagi belum ada regulasi yang mengatur, masih banyaknya orang membuang  limbahnya masing-masing. Dengan anggaran biaya Rp. 350 juta untuk 400 KK, menurutnya sangatlah murah, karena yang dilihat adalah dampak positif secara jangka panjang.

"Sehingga kita targetkan sungai-sungai minimal yang di dapil saya (Purwakarta, Karawang dan Bekasi) nanti bersih dan jernih, kita mulai dari daerah ini dulu, karena ini jangka panjang, misalnya ini selesainya 10 tahun baru selesai, tapi harus dimulai dari sekarang," katanya.

Tahap awal yang dilakukan di Purwakarta, termasuk ipal komunal yaitu uji lab, lalu pembuatan ipal sungai cilamaya. Selanjutnya membuat ipal komunal.

"Minimal tahun depan ada sepuluh desa memiliki satu," jelasnya.

Bahkan dirinya mendorong dibuat regulasi, bisa menjadi usulan, diantaranya kawasan properti dipersyaratkan membuat Ipal Komunal, yang mengelola limbah rumah tangga.

"Saya dorong menjadi Undang-undang. Jadi dibuat aturan yang lebih tinggi. Sekarang kan belum ada regulasinya. Ini yang akan saya bawa ke DPR nanti melalui fraksi partai Golkar, termasuk ke Lingkungan Hidup," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00